Mutiara Kilat

Manusia adalah makhluk yang paling gila. Mereka memuja Tuhan yang tidak terlihat dan merusak alam yang terlihat tanpa menyadari bahwa alam yang sedang mereka rusak sebenarnya adalah manifestasi Tuhan yang mereka puja.
– Hubert Reeves –

Advertisements

Menjelajahi kawasan magis Bali Barat, Pura Malen & Bunut Bolong

13962545_1031431536956109_3031521078485219236_n

Perjalanan menuju Pura Malen dan Bunut Bolong dilakukan bersama kekasih di hari yang damai ini.

14021476_1031432080289388_577733768423683883_n

Lumayan jauh juga lokasi Bunut Bolong dan Pura Malen, daerah Pujungan di Pupuan, Bali bagian Barat Laut.

14040122_1031431400289456_5839463010693821726_n

Astungkara semuanya berjalan lancar sentosa dan memargi antar.

14045675_1031431633622766_4903916661146672773_n

Puja dan puji syukur kami panjatkan ke hadirat Mu Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

14053695_1031416206957642_3387168431523445952_o

Pertama kali kita menuju ke arah Negara melewati jalur tengkorak, menuju kondangan di rumah teman pacar, di tengah jalan sempat ada razia namun karena atribut berkendara lengkap ya kami lancar sentosa, svaha.

14054144_1031431830289413_6513656370545201441_n

Setelah kondangan kami menujua lokasi pohon Bunut Bolong yang sangat mempesona.

14063807_1031431796956083_4534443604762302995_n

Konon orang dilarang masuk ke lobang bunutnya khusus untuk calon pengantin yang akan nikah, mitosnya akan bercerai. huaaaaaa.

14064086_1031432256956037_7127413758490632866_n

Setelah dari bunut bolong kami menuju ke Pura Malen dimana terdapat patung dewa Siwa yang besar.

14064118_1031431306956132_3524307828970066685_n

Disana kami melukat dan melakukan penyucian diri, astungkara memargi antar.

14064242_1031431443622785_9055896381819139124_n

Banyak hal yang tak terungkapkan dan terlupakan di hari ini.

14067495_1031431700289426_3492326426744710715_n

Setelah sembahyang di Pura Malen kami fotoan dan langsung cuzz agar sesampainya di Denpasar tidak terlalu gelap.

14067592_1031432200289376_3227269833004015399_n

Saking ngantuknya, aku sempat istirahat sejenak di warung makan terdekat. Hampir saja beradu dengan truk karena begitu ngantuk.

14067706_1031431530289443_367658659476480720_n

Terima kasih Tuhan atas anugerah dan keselamatan yang telah Engkau berikan, puja dan puji syukur kami panjatkan  kehadirat Mu Tuhan.

14079990_1031431756956087_2845583616862304621_n

Bila teman atau sahabat sempat bermain ke Bali bagian Barat, tidak ada salahnya mencoba untuk mengunjungi bunut bolong dan Pura Malen untuk sekedar mendamaikan suasana.

14095792_1031432133622716_4247727723767468101_n

Terima kasih sudah berkunjung sahabat, sampai jumpa di pertemuan berikutnya. Tetap semangat menjalani hidup dan cinta damai ya mamens.14095991_1031431870289409_2908026284597985514_n14100525_1031431953622734_2183931870111956912_n14102720_1031431466956116_3921592272694812992_n14117977_1031432063622723_32712283774864085_n

Terima kasih sudah berkunjung sahabat, untuk mengetahui lebih rinci mengenai Pura Malen dan Bunut Bolong, bisa berselancar di situs MalenTribunBale bengong,  dan era


Pelesiran Pura Luhur Andakasa, Pura Silayukti, dan Pura Goa Lawah

13872840_1018256151606981_6783971509781972635_n

Suatu ketika dilakukan perjalanan spiritual di Bali bagian Timur. Tirta Yatra dilakukan bersama Turah Agung dan Dewa Ayu sekalian pelesiran mencari suasana.

13873029_1018258354940094_2922782158196278842_n

Berangkat dari Denpasar kami mampir dulu di Pesinggahan Klungkung untuk sekedar mencari angin dan mengisi bahan bakar perut.

13873050_1018258201606776_7375820263022989895_n

Pura pertama yang kami kunjungi yaitu Pura Goa Lawah, disini kita sembahyang dan sekedar menikmati seliweran kelelewar yang jumlahnya banyak sekali. Sungguh indah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

13876237_1018257424940187_653041363692062615_n

Setelah selesai di Pura Goa Lawah kami langsung menuju Pura Andakasa yang letaknya lumayan dekat dari sana. Ya Pura Andakasa merupakan salah satu dari 9 Pura Dewata Naw Sanga yang ada di Bali.

13879375_1018254671607129_4659991377532628115_n

Sungguh senang bisa bersembahyang di Pura yang keren ini. hoho. Suksma Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas asung kertha waranugraha Nya. Seusai sembahyang kami sempat membeli sebotol arak asli Karangasem yang ada di warung depan pura.

13880399_1018256294940300_4062118164387286613_n

Lumayan seru hari ini bisa sembahyang ke beberapa Pura yang terkenal di Bali khususnya bagian Timur.

13882200_1018255221607074_4893685082855234915_n

Setelah selesai sembahyang di Pura Andakasa kami fotoan sejenak dan menikmati semilir angin yang menghampiri langit cerah siang ini.

13882428_1018254971607099_6896120845503158289_n

Menjelang sore kami bertolak menuju Pura Silayukti yang lokasinya di Padang Bai, lumayan dekat dari Pura Andakasa.

13882428_1018255074940422_6129873466312025019_n

Disana kami sempat mampir sejenak di pinggir pantai dan menikmati biru laut menawan. Hamparan samudra yang membentang menyadarkan kita bahwa hidup ini begitu lengkap dan teramat indah.

13882470_1018255031607093_8006239013033651876_n

Banyak pula wisatawan mancanegara yang melakukan persembahyangan di Pura Silayukti.

13886987_1018255141607082_4431924119806704712_n13892383_1018255111607085_4453188628616516556_n

Disamping kisah persembahyang, disini juga terjadi kisah perkenalan dua sejoli yang saling bersama, eeeaaaaaaaa. Semangat maksimal Turah ajuzzz.

13895088_1018256271606969_4032601681159902326_n13895523_1018255474940382_6889930358658398922_n13900318_1018256234940306_8001526117813775271_n13902760_1018254788273784_6791240375587070610_n13902785_1018254808273782_5999023356022436062_n

Banyak hal yang terjadi di hari ini yang belum bisa diungkapkan, yang pasti kita semua pada hari ini sangat bahagia sentosa.

13903397_1018258094940120_8845351213805478191_n13906950_1018256444940285_2494580747698616836_n13907194_1018254918273771_6372384098708214222_n13912512_1018258218273441_259517771035077876_n13912634_1018257788273484_5656594804577507986_n13912729_1018256108273652_648907483188180932_n13920932_1018256054940324_8974756820373259426_n13920938_1018254868273776_6417608232623723473_n13920979_1018257564940173_7001710837458111431_n13921082_1018256181606978_8924008343097848907_n13924864_1018258138273449_3978011296397041032_n13932935_1018258278273435_1970690271694150485_n

Bila para sahabat sempat mampir ke Bali bagian Timur, sangat bagus mencoba mengunjungi Pura Andakasa, Pura Goa Lawah dan Pura Silayukti, wisata spiritual sekaligus cuci mata. hehehe.

13934706_1018256018273661_6900106676020613870_n13934728_1018256004940329_6977916528458506330_n13935085_1018257961606800_1014743326277585998_n

Terima kasih sudah berkunjung kawan, sampai jumpa di pertemuan berikutnya. Tetap jaga semangat dan perdamaian abadi, selamat menikmati hidup ini dalam kebahagiaan yang kongruen.

13939605_1018256344940295_2867658484109551518_n

Untuk mengetahui Pura Andakasa lebih lanjut, semeton bisa berselancar di situs babad balisilayukti dan andakasa.


Jalan-jalan ke Desa Adat Tenganan Bali Aga

1

Tenganan Bali merupakan tempat fenomenal yang ada di Bali, dimana terdapat suku Bali Aga yang mendiami area ini.

2

Menurut sebagian versi catatan sejarah, kata Tenganan berasal dari kata “tengah” atau “ngatengahang” yang memiliki arti “bergerak ke daerah yang lebih dalam”. Kata tersebut berhubungan dengan pergerakan masyarakat desa dari daerah pinggir pantai ke daerah pemukiman di tengah perbukitan, yaitu Bukit Barat (Bukit Kauh) dan Bukit Timur (Bukit Kangin).

Sejarah lain mengatakan bahwa masyarakat Tenganan berasal dari Desa Peneges, Gianyar, yang dulu disebut sebagai Bedahulu. Menurut cerita rakyat, Raja Bedahulu pernah kehilangan salah satu kudanya dan orang-orang mencarinya ke Timur. Kuda tersebut ternyata ditemukan tewas oleh Ki Patih Tunjung Biru, orang kepercayaan sang raja. Atas loyalitasnya, Ki Patih tunjung Biru mendapatkan wewenang untuk mengatur daerah yang memiliki aroma dari bangkai (carrion) kuda tersebut. Ki Patih mendapatkan daerah yang cukup luas karena dia memotong bangkai kuda tersebut dan menyebarkannya sejauh yang dia bisa lakukan. Itulah asal mula dari daerah Desa Tenganan.

3

Agenda jalan-jalan ke Tenganan dilakukan bersama dengan keluarga besar Ida Bagus Muter. Ada Ibu Jero Sukreni, Gus Rai, Gus Adi, Gus Abi, Riza Permana, Ida Bagus Djelantik, Monicha Febri dan Nuniek Hutnaleontina.

4

Sejenak menikmati tuak Tenganan Karangasem di sebuah Jineng, bangunan kuno khas Bali.

5

Jalan-jalan di Tenganan ini juga dalam rangka Ibu Jero Sukreni bertemu dengan teman lamanya pada saat PKL dulu di masa sekolah.

6

Lumayan lah menikmati hari indah di tempat yang fenomenal dan klasik ini.

7891011

Keseharian kehidupan di desa ini masih diatur oleh hukum adat yang disebut awig-awig. Hukum tersebut ditulis pada abad ke-11 dan diperbaharui pada tahun 1842. Rumah adat Tenganan dibangun dari campuran batu merah, batu sungai, dan tanah. Sementara atapnya terbuat dari tumpukan daun rumbi. Rumah adat yang ada memiliki bentuk dan ukuran yang relatif sama, dengan ciri khas berupa pintu masuk yang lebarnya hanya berukuran satu orang dewasa. Ciri lain adalah bagian atas pintu terlihat menyatu dengan atap rumah.

 

1213

Penduduk desa ini memiliki tradisi unik dalam merekrut calon pemimpin desa, salah satunya melalui prosesi adat mesabar-sabatan biu (perang buah pisang). Calon prajuru desa dididik menurut adat setempat sejak kecil atau secara bertahap dan tradisi adat tersebut merupakan semacam tes psikologis bagi calon pemimpin desa. Pada tanggal yang telah ditentukan menurut sistem penanggalan setempat (sekitar Juli) akan digelar ngusaba sambah dengan tradisi unik berupa mageret pandan (perang pandan). Dalam acara tersebut, dua pasang pemuda desa akan bertarung di atas panggung dengan saling sayat menggunakan duri-duri pandan. Walaupun akan menimbulkan luka, mereka memiliki obat antiseptik dari bahan umbi-umbian yang akan diolesi pada semua luka hingga mengering dan sembuh dalam beberapa hari. Tradisi tersebut untuk melanjutkan latihan perang rutin dan menciptakan warga dengan kondisi fisik serta mental yang kuat. Penduduk Tenganan telah dikenal sebagai penganut Hindu aliran Dewa Indra, yang dipercaya sebagai dewa perang.

Masyarakat Tenganan mengajarkan dan memegang teguh konsep Tri Hita Karana (konsep dalam ajaran Hindu) dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tri berarti tiga dan Hita Karana berarti penyebab kebahagiaan untuk mencapai keseimbangan dan keharmonisan. Tri Hita Karana terdiri dari Perahyangan (hubungan yang seimbang antara manusia dengan Tuhan), Pawongan (hubungan harmonis antara manusia dengan manusia lainnya), dan Palemahan (hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan alam sekitarnya).

14

Terima kasih sudah berkunjung sobats, jangan lupa mampir ke Tenganan ya bila sedang pelesiran di Bali bagian Timur. Sampai jumpa di kesempatan lainnya, selamat beraktivitas semoga kita semua sehat dan bahagia selalu, aamiin…..

15

Untuk mengenal Desa Tenganan lebih lanjut bisa melalui situs Wikipedia TengananAroeng BinangKompas Travel.


Meajar – ajar ring Pura Puncak Penulisan

1

Tirta yatra ke Pura Puncak Bukit Penulisan dilakukan pada saat acara meajar-ajar Memukur Puri Peguyangan 2016.

2

Dalam perjalanan ini diriku satu kelompok dengan Made Kopi alias Degun yang diketuai oleh Jero Mangku Metal Turah Manik Wirayudha.

3

Selama perjalanan kita banyak bersenda gurau mengenai kehidupan dan seluk beluk yang melingkar di dalamnya.

4

Dan tidak ketinggalan juga bersenda gurau dengan Bule yang bermain ke sana. Sungguh bangga bisa lahir dan hidup di Bali, pulau penuh kedamaian, spiritual, dan taksu kebahagiaan. Terima kasih Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

5

Tentunya tak lupa juga merekam moment berharga dengan Partner In Crime mister Kopi Kopi Serigala. eeeaaaaaa. Terima kasih banyak sudah berkunjung sobat, sampai jumpa di pertemuan berikutnya ya. Semoga kita sehat dan bahagia selalu serta diberkahi rejeki dalan lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Agar sahabat bisa mengetahui Pura Puncak Penulisan secara lebih lengkap, sebaiknya berkunjung ke situs Babad Bali.


Tirtayatra Kahyangan Puncak Mangu

1

Pura Puncak Mangu merupakan salah satu dari Pura Dewata Nawa Sanga yang berlokasi di daerah Plaga, Petang, Badung Bali.

2

Perjalanan suci ini dilakukan bersama dengan Jero Mangku Rock n Roll, pangeran Puri Peguyangan, A.A.N. Wiradharma.

3

Persembahyangan pertama dilakukan di pelinggih yang ada di kaki gunung Catur.

4

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Puncak Gunung Catur selama 1 jam 40 menit (energi anak muda) dalam jarak tempuh 2020 meter di atas permukaan laut.

5

Sebelum mencapai puncak Mangu, di pertengahan gunung Catur akan terdapat pelinggih dan tempat meminta tirta / air suci yang nantinya dihaturkan di puncak sebelum dibawa pulang.

6

Selesai persembahyang di puncak Mangu kami menuju Jembatan Bangkung, yang merupakan terdalam di Indonesia.

7

Selama perjalanan pendakian kita akan banyak melihat penghuni alami, sang kera si raja hutan beserta segenap pasukannya dengan suara kode mistis.

8

Bila sahabat ingin melakukan pendakian ke Puncak Mangu, sebaiknya menyiapkan makanan dan minuman karena di pertengahan gunung tidak ada penjual makanan. Lumayan asik khan makan di puncak setelah selesai menaklukkan Gunung Catur yang merupakan gunung tertinggi kedua di Bali.

910

Yah demikianlah sekilas sharing perjalanan spiritual di hari yang adem ini.

11

Kita akan sangat bahagia bila sudah sampai di puncak karena sepanjang perjalanan sungguh melelahkan, beruntungnya kesehatan kita secara alami disembuhkan oleh oksigen dan zat alami tumbuhan di sepanjang perjalanan mempesona.

12

Seru juga kalau sahabat dalam perjalanan menuju Plaga dilakukan touring menggunakan motor bersama pasukan. hehe.

13

Pada hari ini pun sejumlah pasukan cetul dan vespa touring, sebagian menunggu di kaki gunung, sebagian lagi mendaki sembahyang di Puncak Mangu.

14

Waktu yang bagus untuk memulai pendakian yaitu pagi hari pukul 08.00 WITA.

15

Salam damai dari pulau seribu sorga sobats, semoga kita sehat dan bahagia selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

16

Salam manis dari si golden emas yang imut-imut di kaki gunung Catur menawan.

17

Untuk mengetahui Pura Puncak Mangu lebih rinci, kawan-kawan bisa berselancar di situs Babad BaliKeranjang.


Berbagi dengan sahabat Panti Asuhan Yasa Kerthi Karangasem

1

Yayasan Yasa Kerti Karangasem adalah sebuah yayasan yang saat ini menampung sekitar 30 orang anak.
Mereka terdiri dari 7 orang anak sekolah dasar, 12 orang anak SMP, dan 11 orang SMA.

2

Kunjungan ke Panti Asuhan Yasa Kerthi dilakukan bersama dengan keluarga besar Ida Bagus Ketut Muter dalam rangka ulang tahun anak beliau, Ida Bagus Rai Ekarsa.

3

Rombongan terdiri dari Ratu Aji Muter, Ibu Jero, Gus Rai, Riza Permana, Nuniek Hutnaleontina, Gus Abi, Gus Adi, Yusti Effendi, Ida Bagus Djelantik, dan Monicha Febri.

4

Kunjungan diisi dengan kuis, olahraga bareng, permainan Anti Korupsi dan makan-makan serta berdoa bareng.

5

Sungguh senang hati bisa berbagi dengan anak-anak Panti Asuhan, bisa saling memahami dan memaknai hidup.

6

Semangat buat kita semua ya, astungkara semuanya sehat dan bahagia selalu, svaha..

78

Bagi para sahabat yang ingin melaksanakan bhakti sosial di seputaran Karangasem, bisa memilih Panti Asuhan Yasa Kerthi sebagai salah satu tujuan.

910

Bermain sambil bercanda sambil menikmati suasana.

11

Anak-anak harus diberikan pendidikan Anti Korupsi sejak dini untuk menjadikan kader-kader penerus bangsa pribadi yang elok nan indah permai.

1213141516171819

Demikianlah sekilas sharing mengenai ulang tahun Ida Bagus Rai Ekarsa melalui kegiatan berbagi di Panti Asuhan Yasa Kerthi. Terima kasih sudah berkunjung sobats, sampai jumpa lagi di lain waktu.

20

Terima kasih sudah berkunjunga sobat, untuk mengetahui Yayasan Yasa Kerthi lebih lanjut bisa berselancar di situs Stoples