Mutiara Kilat

Manusia adalah makhluk yang paling gila. Mereka memuja Tuhan yang tidak terlihat dan merusak alam yang terlihat tanpa menyadari bahwa alam yang sedang mereka rusak sebenarnya adalah manifestasi Tuhan yang mereka puja.
– Hubert Reeves –

Advertisements

Berbagi dengan sahabat Panti Asuhan Yasa Kerthi Karangasem

1

Yayasan Yasa Kerti Karangasem adalah sebuah yayasan yang saat ini menampung sekitar 30 orang anak.
Mereka terdiri dari 7 orang anak sekolah dasar, 12 orang anak SMP, dan 11 orang SMA.

2

Kunjungan ke Panti Asuhan Yasa Kerthi dilakukan bersama dengan keluarga besar Ida Bagus Ketut Muter dalam rangka ulang tahun anak beliau, Ida Bagus Rai Ekarsa.

3

Rombongan terdiri dari Ratu Aji Muter, Ibu Jero, Gus Rai, Riza Permana, Nuniek Hutnaleontina, Gus Abi, Gus Adi, Yusti Effendi, Ida Bagus Djelantik, dan Monicha Febri.

4

Kunjungan diisi dengan kuis, olahraga bareng, permainan Anti Korupsi dan makan-makan serta berdoa bareng.

5

Sungguh senang hati bisa berbagi dengan anak-anak Panti Asuhan, bisa saling memahami dan memaknai hidup.

6

Semangat buat kita semua ya, astungkara semuanya sehat dan bahagia selalu, svaha..

78

Bagi para sahabat yang ingin melaksanakan bhakti sosial di seputaran Karangasem, bisa memilih Panti Asuhan Yasa Kerthi sebagai salah satu tujuan.

910

Bermain sambil bercanda sambil menikmati suasana.

11

Anak-anak harus diberikan pendidikan Anti Korupsi sejak dini untuk menjadikan kader-kader penerus bangsa pribadi yang elok nan indah permai.

1213141516171819

Demikianlah sekilas sharing mengenai ulang tahun Ida Bagus Rai Ekarsa melalui kegiatan berbagi di Panti Asuhan Yasa Kerthi. Terima kasih sudah berkunjung sobats, sampai jumpa lagi di lain waktu.

20

Terima kasih sudah berkunjunga sobat, untuk mengetahui Yayasan Yasa Kerthi lebih lanjut bisa berselancar di situs Stoples


Journey to the Temple of the King “Pura Lempuyang Luhur”

14040007_1035690693196860_210581868013736567_n

Dahulu Puncak gunung Lempuyang ini disebut dengan puncak Bisbis, mungkin dihubungkan dengan kondisi alam yang selalu berkabut dan sering turun hujan gerimis, sebagai puncak yang terakhir atau penghabisan.

Pura ini disebutkan dalam dewata nawa sanga sebagai tempat untuk memuja Dewa Iswara, dilambangkan dengan warna putih sebagai dewa pengemban dharma.
 
Gunung ini sekarang lebih dikenal dengan nama Lempuyang Luhur.

14040148_1035688789863717_7873202899621015466_n

Perjalanan spiritual di Lempuyang Luhur ini dilakukan bersama dengan A.A.N. Wiradharma dari Puri Peguyangan Denpasar.
14051554_1035689566530306_7133266088891988700_n
Ya kami berdua sangat gemar melakukan tirta yatra mengunjungi tempat spiritual, sekedar untuk menikmati suasana dan mencari inspirasi.
14054961_1035689139863682_8818678149779360626_n
Dalam perjalanan kali ini, kami pertama kali menyewa penduduk setempat untuk membawakan pejati, maklum energi sedang habis-habisnya setelah bertempur menaiki gunung Catur 2.020 mdpl dalam perjalanan di Pura Puncak Mangu, Badung Bali.
14063733_1035690419863554_71208672311761330_n
Penduduk lokal sini, misal ibu pembawa banten, sangat kuat dan tangguh dalam menaiki dan menuruni Lempuyang yang lumayan tinggi. Di sepanjang perjalanan kita akan bertemu dengan gerombolan monyet, king dom of magic.
14063786_1035680559864540_2789162920331564023_n
Konon Pura ini dikerumuni oleh pasukan wanara yang dipimpin oleh seorang raja King, ya mungkin mirip seperti Hanoman dalam kisah Ramayana.
14063786_1035689609863635_2165724793406542274_n
Bila berkunjung ke Pura Lempuyang Luhur, sempatkanlah membawa makanan ringan untuk diberikan kepada pasukan kera yang senantiasa melucu dan unyu-unyu.
14063854_1035690639863532_821291382872836549_n
Untuk menyewa pembawa banten, dilakukan tawar-menawar di tempat. Karena kami merasa sedikit kasihan kepada ibu, maka disepakati 100 ribu naik turun.
14064247_1035690459863550_2404851137545805348_n
Untuk menemukan lokasi Pura Lempuyang Luhur lumayan seru juga karena banyak jalan berkelok ditemani tebing yang curam, sahabat jangan ngebut ya di sepanjang jalan ini.
14064260_1035689003197029_701638103828957366_n
Bila menggunakan mobil, makan akan parkir di parkiran dan jalan kaki menuju pelinggih pertama. Biasanya ada ojek yang menawarkan untuk mengantar ke titik point pertama. Ya kalau sahabat ingin olahraga, bisa berjalan kaki, namun bila terkejar waktu / lelah boleh menggunakan ojek, harganya sekitar 10 – 15 ribu rupiah.
14067569_1035690563196873_7831630397415397795_n
Dalam perjalanan ini kami beruntung karena di malam hari bertemu dengan sekumpulan kunang-kunang biru, sangat indah dan mempesona, terima kasih atas karunianya Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
14067610_1035689973196932_3537314843698974717_n
Bahwasanya dalam berdoa hingga pada akhirnya kita dianjurkan untuk tidak memohon apa-apa. Ya kedamaian itu tentang rasa, bukan keinginan yang menggebu-gebu… eeaaaa.
14068267_1035689279863668_2947244920882516533_n
Bahkan hingga tiba di puncak Lempuyang, kami membuka sebotol Bir Bintang yang sudah dibawa dari bawah. sejenak menghangatkan suasana di tengah rinai dedaunan syahdu nan asri.
14088395_1035690319863564_4765588868242289576_n
Di utamaning mandala, lokasi persembahyangan, terdapat sekumpulan pohon bambu yang mengeluarkan tirta suci.
14088639_1035689446530318_3584777191704624110_n
Perlu diingat para sahabat sebelum berangkat ke Lempuyang Luhur Temple, sebaiknya mengisi perut dulu dengan makanan agar perjalanan mendaki semakin sehat dan menyenangkan.
14088672_1035688933197036_4392780593192908590_n
Dan di utamaning mandala pun, kami memiliki kesempatan pada kali ini melihat segerombolan orang sembahyang, dimana salah seorang wanita berpakaian serba hitam kerauhan (istilah kasarnya kemasukan), sungguh spiritual yang gaib dan penuh makna.
14089147_1035690159863580_1758282227013855681_n
Untuk mencapai puncak Lempuyang diriku sendiri melepas baju, karena secara mistis, entah kenapa, pada saat tidak memakai baju, diriku berhasil sampai puncak, dibandingkan pada saat pakai baju, jantung terasa ingin copot.
14089308_1035690269863569_9129213685570325401_n
Okay lah brader inilah kegilaan kami di masa muda ini, masa yang penuh gairah, masa yang penuh energi dan kegembiraan. Hidup ini begitu indah untuk dilewatkan.
14095795_1035688396530423_2053318144443122756_n14095846_1035690493196880_2064520180629842911_n14100342_1035689213197008_1245278124190148912_n-114100342_1035689213197008_1245278124190148912_n14100406_1035689519863644_6664301411405115023_n14100489_1035689736530289_3652945330899796412_n14102278_1035688793197050_5870945346597934865_n14102434_1035689829863613_7089915055422513969_n14102462_1035689339863662_4889673439567845956_n14102564_1035689699863626_6366142417061684038_n14102575_1035689486530314_4673637354577000197_n14117746_1035689413196988_2815434384349420665_n14117788_1035689059863690_2805920812382909143_n14117874_1035690073196922_4658921333360890190_n14117889_1035688876530375_6489647323077894977_n14141856_1035690196530243_6448092663393297666_n
Terima kasih ya sobat sudah berkunjung di blog ini, selamat menikmati hari dan jangan lupa mampir ke Pura Lempuyang Luhur pada saat liburan atau pelesiran ke Bali. Salam damai dari Made Komo dan Turah Agung, dari Puri Peguyangan Denpasar Bali. Semangat kita menikmati hari, semoga sehat selalu, panjang umur, dan bahagia hingga akhir masa. Astungkara.
14183753_1035690543196875_265896611298879606_n14183813_1035689883196941_907915756734087010_n14183865_1035689319863664_6662281686950366455_n14184404_1035689783196951_4018691614629179390_n14184471_1035689639863632_3159443168736156853_n14184471_1035690109863585_6784278891580656074_n

Terima kasih sudah berkunjung sobat, untuk mengetahui Pura Luhur Lempuyang lebih rinci kawan-kawan bisa berselancar di situs Babad BaliInput Bali,  dan parris bali


Bali Scoopy Community


Merayakan malam sastra di hari raya Saraswati 22 Januari 2017.

Lokasi : Pura Dalem Kediri, Sading Mengwi, Badung Bali


Renungan Dibuang Sayang

💗 Selamat Siang semua Sahabat……. Tuhan Memberkati Kita Dengan Damai sejahtra,Berkat dan Kasih sayang💗

Hidup itu seperti *UAP*, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji *MILIKKU*,
aku berkata bahwa ini *HANYA TITIPAN* saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA …

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
*MENGAPA DIA* menitipkannya kepadaku?
*UNTUK APA DIA* menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
_kusebut itu_ *MUSIBAH,*
_kusebut itu_ *UJIAN*,
_kusebut itu_ *PETAKA*,
_kusebut itu apa saja …_
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah *DERITA*….

Ketika aku berdo’a,
kuminta titipan yang cocok dengan
*KEBUTUHAN DUNIAWI*,
_Aku ingin lebih banyak_ *HARTA*,
_Aku ingin lebih banyak_ *MOBIL*,
_Aku ingin lebih banyak_ *RUMAH*,
_Aku ingin lebih banyak_ *POPULARITAS*,

_Dan kutolak_ *SAKIT*,
_Kutolak KEMISKINAN,_
Seolah semua *DERITA* adalah hukuman bagiku.

Seolah *KEADILAN* dan *KASIH-NYA*,
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan *DIA* seolah _Mitra Dagang_ ku
dan bukan sebagai *Kekasih!*

Kuminta *DIA* membalas _perlakuan baikku_
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku …

_Oh Tuhan …_

Padahal setiap hari kuucapkan,
_Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya Tuhan, AMPUNI AKU, YA Tuhan …_

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya Tuhan …

Sebab aku yakin
*ENGKAU* akan memberikan anugerah dalam hidupku …
*KEHENDAKMU* adalah yang ter *BAIK* bagiku ..

Ketika aku ingin hidup *KAYA*,
aku lupa,
bahwa *HIDUP* itu sendiri
adalah sebuah *KEKAYAAN*.

Ketika aku berat utk *MEMBERI*,
aku lupa,
bahwa *SEMUA* yang aku miliki
juga adalah *PEMBERIAN*.

Ketika aku ingin jadi yang *TERKUAT*,
aku lupa,
bahwa dalam *KELEMAHAN*,
Tuhan memberikan aku *KEKUATAN*.

Ketika aku takut *Rugi*,
Aku lupa,
bahwa *HIDUPKU* adalah
sebuah *KEBERUNTUNGAN*,
kerana *AnugerahNYA.*

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu *BERSYUKUR* kepadaNYA

Bukan karena hari ini *INDAH*
kita *BAHAGIA*.
Tetapi karena kita *BAHAGIA*,
maka hari ini menjadi *INDAH*.

Bukan karena tak ada *RINTANGAN* kita menjadi *OPTIMIS*.
Tetapi karena kita optimis, *RINTANGAN* akan menjadi tak terasa.

Bukan karena *MUDAH* kita *YAKIN BISA*.
Tetapi karena kita *YAKIN BISA*.!
semuanya menjadi *MUDAH*.

Bukan karena semua *BAIK* kita *TERSENYUM*.
Tetapi karena kita *TERSENYUM*, maka semua menjadi *BAIK*,

Tak ada hari yang *MENYULITKAN* kita, kecuali kita *SENDIRI* yang membuat *SULIT*.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi *JALAN SETAPAK* yang dapat dilalui orang.

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi *LENTERA* yang dapat menerangi sekitar kita.

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,
maka *BERDOALAH* untuk kebaikan.

👼💜💜💜💜💜💜🌈 – with degunpgy, Nana, and AANGR

View on Path


Future

Renungan agak panjang, tetapi substansinya menarik…
ARE YOU READY FOR THE FUTURE ?
Ada sebuah perusahaan bernama _Garmin._ Mereka memproduksi _GPS navigation system_ yang banyak dipasang di mobil mobil. 

Dan pada saat itu angka penjualan mereka naik pesat selama bertahun tahun.

Tetapi ternyata tidak lama kemudian, bencana itu datang ……..

Dan ternyata dunia dibanjiri _smart phone._

Tiba tiba orang tidak membeli lagi Garmin GPS system buat mobil lagi.

Penjualan mereka pun turun drastis.

Bencana …….bencana …… bencana …….?
Bencana yang sama pernah

dialami *Kodak* pada saat orang tidak mencetak photo lagi,

dialami *Nokia* pada saat orang tidak menggunakan telphon untuk komunikasi dengan voice (suara) lagi,

dialami *Blackberry* pada saat orang tidak messaging menggunakan BBM lagi,

dialami *perusahaan-perusahaan minyak* pada saat kita menginginkan alat transportasi yang ramah lingkungan,

dialami *kantor kantor cabang bank* pada saat pelanggan tidak mau lagi ke cabang (dan lebih suka menggunakan ATM dan mobile banking),

dialami *bus-bus malam* pada saat pelanggan lebih suka naik pesawat dengan selisih harga yang sedikit ………

Contohnya sudah cukup banyak?
Karena memang *_perubahan itu sedang terjadi_ di mana mana, di semua bidang, di semua industri, di semua negara.*

_The world has changed. The world is changing. And the world will continue to change …._
Charles Darwin …… dalam penelitian di pulau Galapagos menemukan sesuatu yang menarik. Kesimpulan Darwin yang ini *”Bahwa makhluk yang paling sukses bukannya yang paling kuat, tetapi yang mampu bertahan dengan perubahan”*
Kalau kita sesuaikan dengan context jaman sekarang ternyata bukan manusia yang paling kuat yang paling sukses, bukan manusia yang paling cakep yang paling sukses, dan bahkan bukan yang paling pintar yang sukses (makanya juara juara 1 di sekolah kita dulu sering kali bukan menjadi yang paling sukses dalam kehidupan).
Ternyata _yang paling sukses adalah yang paling mampu bertahan menyesuaikan diri dengan perubahan._
Nah pada saat Kodak dan Nokia mobile phone tidak mampu bertahan, ternyata ceritanya *Garmin* lain banget.

Ternyata meskipun waktu itu mereka jaya dengan product product GPS, Garmin _sudah menyiapkan product-product dan inovasi di bidang lain_……. yaitu _gadget-gadget untuk alat kesehatan dan fitness._

Jadi ternyata pada saat angka penjualan GPS system turun, mereka langsung _ganti focus_ dan mengencangkan penjualan gadget untuk fitness and health.

Tidak lama kemudian angka penjualan pun meroket lagi. Wow!
Why?

_Because they are ready for the future!_

Karena mereka siap menghadapi masa depan.
Apakah Nokia mobile phone ready? No, they are not.

Apakah Blackberry ready? No.

Apakah bus bus malam ready? No.

Apakah perusahaan perusahaan minyak ready? No.

Padahal perusahaan perusahaan itu mungkin dulu lebih jaya dan lebih kaya daripada Garmin.

Tetapi *mereka _tidak ready._ Dan mereka _tidak mampu beradaptasi dengan perubahan!_*
By the way, ini bukan hanya berlaku pada perusahaan, ternyata ini juga _berlaku pada diri kita dan karier kita._

Dan juga untuk _karier anak anak kita kelak_ nanti.
Sebaik apapun profesi yang kita tekuni, bidang yang kita jalani, dan industri di mana kita bekerja tetap saja ada resiko yang mengancam karier kita.

_Tidak ada yang pasti dalam karier kita._
So please, jangan pernah complaint kepada perusahaan atau kepada atasan kita dengan mengatakan _”Saya merasa tidak ada kepastian dengan karier saya di perusahaan ini”._
Kehidupan kita ini tidak akan pernah ada kepastian! Kalau anda bagus anda akan maju, kalau tidak ya anda tidak akan pernah dipromosi. It is as easy as that. Jangan mengharapkan kepastian.
Belasan tahun lalu banyak teman mendaftar ke Teknik Sipil dan berharap bahwa mereka akan menjadi Insinyur Pembangunan, pada saat lulus ternyata ada krisis moneter dan pembangunannya di rem. 

Kebingungan mereka.

Beberapa tahun lalu anak anaknya teman teman pada mendaftar jurusan perminyakan, karena bapaknya pada kaya kerja di perusahaan minyak. Sekarang mereka lulus, dan ternyata tidak ada perusahaan minyak yang merekrut. Boro-boro merekrut, karyawan yang ada saja di PHK.
Sekarang lulusan perminyakan banyak yang mendaftar jadi agen penjualan asuransi _(which is great, berarti mereka punya plan B)._
Yang sekarang jadi teller, harus siap siap bahwa jumlah teller yang dibutuhkan akan turun (karena banyak yang lebih suka ke ATM atau via Mobile Banking).
Yang saat ini sedang kuliah kedokteran siap siaplah bahwa mungkin pendapatan dokter di masa depan akan tidak sebanyak masa lalu.
Always always ……. _siap-siap dan pelajari trend dan bersiap untuk masa depan dengan mempelajari hal baru dan menambah differentiator anda_.
Jadi apa dong yang kita bisa lakukan untuk mempersiapkan masa depan kita ?

_What can we do to prepare for the future …._
*1. CONTINUE TO PERFORM AT WHAT WE DO*

_Tetap fokus pada apa yang anda lakukan and always perform and contribute at the maximum level._
*2. READ, WATCH, OBSERVE, LEARN*

_Selalu mengamati apa yang terjadi di dunia luar sana. Lihat TV, dengerin Radio, browse Internet, baca buku, koran dan majalah._
*3. UNDERSTAND THE CHANGE THAT IS HAPPENING*

_Perhatikan pattern perubahan yang sedang terjadi._

Apa yang sedang berubah pada…

– pola pikir manusia

– perilaku konsumen

– bisnis

– regulasi

– politik

– trend demographic

– trend urbanisasi

– trend digital
*4. LEARN SOMETHING NEW, INCREASE OUR DIFFERENTIATORS*

Kita sudah punya beberapa differentiator yang mengantarkan ke karier kita sekarang._

_Pelajari competency baru, skills baru, dapatkan knowledge baru, sertifikasi profesi yang baru, pelajari bahasa asing lain._ Semuanya akan menambah differentiator kita untuk menambah kesiapan di masa depan.
*5. BE HUMBLE, KEEP AN OPEN MIND AND ALWAYS WANT TO LEARN*

Terakhir .. kita harus mengerti … we don’t know what we don’t know.

_Lets be humble and open mind._
Mari kita belajar, dari siapa saja…

– dari boss kita

– dari customer kita

– dari peer kita

– dari supplier kita

– dari anak buah kita

– dari pegawai yang baru join di perusahaan kita.

Kadang-kadang anak baru yang masih muda ternyata membawa perspektif baru dan membuat *kita belajar dari sudut yang lain.*

_*Let’s be humble and keep an open mind…*
TETAP SEMANGAT


Pantai Tegal Besar Klungkung


Petuah Kedamaian

Kopi damai…..
Mencari Keajaiban
_Seorang Guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia._
*Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu*,

*Sebagian besar siswa menulis demikian*
*Tujuh Keajaiban Dunia :*

1. Piramida.

2. TajMahal.

3. Tembok Besar Cina.

4. Menara Pisa.

5. Kuil Angkor.

6. Menara Eiffel.

7. Candi Borobudur.
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.

Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut.

Tapi Guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir…
Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang Guru terdiam.

Lembar terakhir itu milik si Gadis Kecil Pendiam…
Isinya seperti ini : 
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat,

2. Bisa Mendengar,

3. Bisa Menyentuh,

4. Bisa Disayangi,

5. Bisa Merasakan,

6. Bisa Tertawa, dan

7. Bisa Mencintai…
Setelah duduk diam beberapa saat, sang Guru menutup lembaran tugas siswanya.

Kemudian menundukkan kepalanya berdo’a…
Mengucap syukur untuk Gadis Kecil Pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah Pelajaran Hebat, yaitu:
Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban…
Keajaiban itu, ada di sekeliling kita, untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita ” SYUKURI ” ….
Apa yang kita cari dalam Hidup ini…?
◆ *Kita hidup di kebun, kita Merindukan kota …
◆ *Kita hidup di kota, merindukan kebun…
◆ *Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan?
◆ *Di musim hujan, kita tanya kapan kemarau ?
◆ *Diam di rumah, inginnya pergi…
◆ *Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah…
◆ *Waktu tenang, cari keramaian…
◆ *Waktu ramai, cari ketenangan…
◆ *Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah, Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya Hidup dan Pendidikan…
_Ternyata SESUATU itu tampak indah, karena belum kita miliki…
◆ *Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki…
Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR

dengan rahmat yang sudah kita miliki…
Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..??
*Menutupi telapak tangan saja sulit…
*Tapi kalau daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI” dengan Daun,.
*Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana

*Bumi ini pun akan tampak buruk…
*Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil…
*Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku…
*SYUKURILAH apa yang sudah kita miliki sebagai modal untuk meMULIAkanNYA…
_*Karena Hidup adalah :
_*WAKTU yang dipinjamkan,*_

_*dan Harta adalah BERKAH yang dipercayakan…
_*Dan semua itu, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.*_
*Jadi… Bersyukurlah atas Nafas yang masih kita miliki…*
*Bersyukurlah atas Keluarga yang kita miliki…*
*Bersyukurlah atas Pekerjaan yang kita miliki…*
*Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.*
☺☺☺🙏🏻

Copas from : Alt P facebook


With A.A. Ngurah Wiradarma at Pengempu Waterfall, Cau Blayu – Bali