Jalan-jalan ke Desa Adat Tenganan Bali Aga

1

Tenganan Bali merupakan tempat fenomenal yang ada di Bali, dimana terdapat suku Bali Aga yang mendiami area ini.

2

Menurut sebagian versi catatan sejarah, kata Tenganan berasal dari kata “tengah” atau “ngatengahang” yang memiliki arti “bergerak ke daerah yang lebih dalam”. Kata tersebut berhubungan dengan pergerakan masyarakat desa dari daerah pinggir pantai ke daerah pemukiman di tengah perbukitan, yaitu Bukit Barat (Bukit Kauh) dan Bukit Timur (Bukit Kangin).

Sejarah lain mengatakan bahwa masyarakat Tenganan berasal dari Desa Peneges, Gianyar, yang dulu disebut sebagai Bedahulu. Menurut cerita rakyat, Raja Bedahulu pernah kehilangan salah satu kudanya dan orang-orang mencarinya ke Timur. Kuda tersebut ternyata ditemukan tewas oleh Ki Patih Tunjung Biru, orang kepercayaan sang raja. Atas loyalitasnya, Ki Patih tunjung Biru mendapatkan wewenang untuk mengatur daerah yang memiliki aroma dari bangkai (carrion) kuda tersebut. Ki Patih mendapatkan daerah yang cukup luas karena dia memotong bangkai kuda tersebut dan menyebarkannya sejauh yang dia bisa lakukan. Itulah asal mula dari daerah Desa Tenganan.

3

Agenda jalan-jalan ke Tenganan dilakukan bersama dengan keluarga besar Ida Bagus Muter. Ada Ibu Jero Sukreni, Gus Rai, Gus Adi, Gus Abi, Riza Permana, Ida Bagus Djelantik, Monicha Febri dan Nuniek Hutnaleontina.

4

Sejenak menikmati tuak Tenganan Karangasem di sebuah Jineng, bangunan kuno khas Bali.

5

Jalan-jalan di Tenganan ini juga dalam rangka Ibu Jero Sukreni bertemu dengan teman lamanya pada saat PKL dulu di masa sekolah.

6

Lumayan lah menikmati hari indah di tempat yang fenomenal dan klasik ini.

7891011

Keseharian kehidupan di desa ini masih diatur oleh hukum adat yang disebut awig-awig. Hukum tersebut ditulis pada abad ke-11 dan diperbaharui pada tahun 1842. Rumah adat Tenganan dibangun dari campuran batu merah, batu sungai, dan tanah. Sementara atapnya terbuat dari tumpukan daun rumbi. Rumah adat yang ada memiliki bentuk dan ukuran yang relatif sama, dengan ciri khas berupa pintu masuk yang lebarnya hanya berukuran satu orang dewasa. Ciri lain adalah bagian atas pintu terlihat menyatu dengan atap rumah.

 

1213

Penduduk desa ini memiliki tradisi unik dalam merekrut calon pemimpin desa, salah satunya melalui prosesi adat mesabar-sabatan biu (perang buah pisang). Calon prajuru desa dididik menurut adat setempat sejak kecil atau secara bertahap dan tradisi adat tersebut merupakan semacam tes psikologis bagi calon pemimpin desa. Pada tanggal yang telah ditentukan menurut sistem penanggalan setempat (sekitar Juli) akan digelar ngusaba sambah dengan tradisi unik berupa mageret pandan (perang pandan). Dalam acara tersebut, dua pasang pemuda desa akan bertarung di atas panggung dengan saling sayat menggunakan duri-duri pandan. Walaupun akan menimbulkan luka, mereka memiliki obat antiseptik dari bahan umbi-umbian yang akan diolesi pada semua luka hingga mengering dan sembuh dalam beberapa hari. Tradisi tersebut untuk melanjutkan latihan perang rutin dan menciptakan warga dengan kondisi fisik serta mental yang kuat. Penduduk Tenganan telah dikenal sebagai penganut Hindu aliran Dewa Indra, yang dipercaya sebagai dewa perang.

Masyarakat Tenganan mengajarkan dan memegang teguh konsep Tri Hita Karana (konsep dalam ajaran Hindu) dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tri berarti tiga dan Hita Karana berarti penyebab kebahagiaan untuk mencapai keseimbangan dan keharmonisan. Tri Hita Karana terdiri dari Perahyangan (hubungan yang seimbang antara manusia dengan Tuhan), Pawongan (hubungan harmonis antara manusia dengan manusia lainnya), dan Palemahan (hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan alam sekitarnya).

14

Terima kasih sudah berkunjung sobats, jangan lupa mampir ke Tenganan ya bila sedang pelesiran di Bali bagian Timur. Sampai jumpa di kesempatan lainnya, selamat beraktivitas semoga kita semua sehat dan bahagia selalu, aamiin…..

15

Untuk mengenal Desa Tenganan lebih lanjut bisa melalui situs Wikipedia TengananAroeng BinangKompas Travel.

Advertisements

Pelesiran di Taman Mumbul Sangeh

13645199_1003521789747084_1001143700651410294_n

Suatu ketika di sore yang cerah diriku bersama partner in crime, Anak Agung Ngurah Wiradarma, berpelesiran ke Taman Mumbul Sangeh.

13645265_1003521669747096_5643480964260158082_n

Ya taman ini merupakan tempat fenomenal, danau yang dilingkari kawasan mistis beringin serta pura di tengah perairan.

13645324_1003521983080398_6559805097560546307_n

Dalam benak selalu terpikirkan wilayah ini merupakan salah satu tempat meditasi terbaik.

13654302_1003521919747071_376540878657109030_n

Teduhnya alam dan kicau sang burung dalam rintik sirip ikan menyadarkan kami betapa indahnya karunia Tuhan Yang Maha Kuasa.

13686604_1003522149747048_37802779232901694_n

Taman Mumbul Sangeh ini cocok digunakan sebagai area rekreasi keluarga.

13690722_1003522013080395_1345354694235645428_n

Bila para sahabat ingin menuju kesini, bisa menyusuri jalan raya sangeh dan bertanya pada penduduk sekitar. Lumayan dekat dari jalan raya utama.

13707795_1003521389747124_157757597324433682_n

Bila memungkinkan, kawan-kawan bisa bersembahyang di kawasan Pura yang ada di Mumbul Sangeh ini.

13718697_1003522216413708_9039328865299904124_n

Sangat sayang bila ke Bali melewatkan tempat adem nan asri Taman Mumbul Sangeh, jadi andai ada waktu silahkan berkunjung ya gan. hehehehe

13728970_1003522066413723_6181686836500373936_n

Untuk mengenal Taman Mumbul lebih rinci bisa melalui situs Taman Mumbul Sangeh.


Tirta Yatra Pura Luhur Batukaru

1

Pura Luhur Batukaru merupakan salah satu Pura yang terkenal di Bali yang merupakan salah satu tempat pemujaan dewa sembilan arah mata angin (Dewata Nawasanga) yaitu Dewa Mahadewa.

2

Pura ini terletak di Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Kurang lebih 46 Kilometer dari kota Denpasar, lokasi Pura Luhur Batukaru terletak di bagian barat Pulau Bali di lereng selatan Gunung Batukaru.

Selain para pemedek (orang sembahyang), banyak wisatawan yang berkunjung ke area mistis ini. Wisatawan yang ingin mengunjungi Pura Luhur Batukaru ini harus menggunakan pakaian yang sopan agar kesucian pura tetap terjaga.

3

Di suatu Sabtu hari bulan penuh ‘Purnama’ yang suci, dilakukan perjalanan Tirta Yatra ke Pura Batukaru bersama dengan Turah Agung Wiradarma dari Puri Peguyangan Denpasar bersama dengan keluarganya. Perjalan ini ditempuh dari Denpasar dengan waktu sekitar 1,5 jam.

4

Perjalanan spiritual merupakan kegiatan rutin kami, untuk tetap bersyukur kepada Sang Hyang Maha Kuasa atas berkah dan rahmat yang telah dilimpahkan kepada kita. Dan juga untuk ke depannya semoga kita semua selalu dalam lindungan Nya.

5

Seperti kata pepatah, tetaplah berbuat baik, jika beruntung kita akan bertemu dengan orang baik, namun jika tidak, maka orang baik akan menemukan kita. Seusai acara ngaturin sembah, kami beristirahat sejenak di warung Nami Buruan Tabanan, Bali.

6

Senang bisa melakukan perjalanan bareng di hari yang luar biasa ini, suksma atas asung kertha waranugraha Nya Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

7

Bagi para sahabat yang ingin mengetahui Pura Luhur Batukaru lebih rinci, bisa berkunjung ke situs BabadTemple Batukau, dan Panduan Wisata.

8

Perjalanan spiritual ini tidak berhenti di sore hari. Pada malam hari dilanjutkan dengan acara persembahyangan di Padmasana Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Denpasar Bali.

9

Purnama yang indah menjadi lebih berarti dengan adanya hadirmu disini kekasih, hehehe, okay kawan mari lanjut kita menikmati hari. Terima kasih ya sudah berkunjung dan sampai ketemu lagi di kisah berikutnya. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.