Typo

Untuk yg suka ngetik salah/typo, ternyata ga perlu koreksi…..
Prcaya aatu tidk, Murenut sautu pelneitiacn di Uinervtisas Cmabrdge, utruan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna.
Katlimt bsia dtiluis berantaakn, teatp ktia daapt mebmacayna.

Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, buukn ktaa per ktaa. Laur bisaa kan?
“slaam unutk kleuraga… seaht slealu…ttpatp snmgaat ”
Sdaar aatu ngagk adna brau sjaa mambcea dgnaen tiluasn ynag braentakan.
Inlaih khebeatan oatk mansuia, alpagi ynag mctipakn oatk ktia, Tuhan yang Maha Sempurna.
Bagi yg bisa membaca ini, berarti otak kanan dan kirinya masih berfungsi baik.

Sumber : Whatsapp Grup BTIKK


Foto : Made Sholind, Putu Bagiayasa, Dwipayana, I Wayan Widi Antara

Advertisements

Hari Matematika

Penyebutan : Angka 1 sampai 9 dgn huruf bahasa Indonesia (satu s/d sembilan) mengandung decak kagum.
Jika kita menjumlahkan dua angka yg huruf awalnya sama, maka hasilnya selalu 10.
Angka Berawalan S —►

Satu + Sembilan = 10

Angka yg hurufnya Berawalan D —► 

Dua + Delapan = 10

Berawalan T —► 

Tiga + Tujuh = 10

Berawalan E —► 

Empat + Enam = 10

Bahkan —► Lima + Lima = 10

Kok bisa begitu ya…. 

😎😜🍼🍼😅😪.

Setiap hari merupakan Hari Matematika Nasional 
Lihatlah yang menakjubkan dalam Matematika berikut ini !
1 x 8 + 1 = 9

12 x 8 + 2 = 98

123 x 8 + 3 = 987

1234 x 8 + 4 = 9876

12345 x 8 + 5 = 98765

123456 x 8 + 6 = 987654

1234567 x 8 + 7 = 9876543

12345678 x 8 + 8 = 98765432

123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11 

12 x 9 + 3 = 111

123 x 9 + 4 = 1111

1234 x 9 + 5 = 11111

12345 x 9 + 6 = 111111

123456 x 9 + 7 = 1111111

1234567 x 9 + 8 = 11111111

12345678 x 9 + 9 = 111111111

123456789 x 9 +10= 1111111111
9 x 9 + 7 = 88

98 x 9 + 6 = 888

987 x 9 + 5 = 8888

9876 x 9 + 4 = 88888

98765 x 9 + 3 = 888888

987654 x 9 + 2 = 8888888

9876543 x 9 + 1 = 88888888

98765432 x 9 + 0 = 888888888
Brilliant sekali ya?

Dan lihat simetrinya yang berikut ini :

1 x 1 = 1

11 x 11 = 121

111 x 111 = 12321

1111 x 1111 = 1234321

11111 x 11111 = 123454321

111111 x 111111 = 12345654321

1111111 x 1111111 = 1234567654321

11111111 x 11111111 = 123456787654321

111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Brilliant kan?

Sumber : Whatsapp Grup BTIKK


Foto : Putu Made Nyoman Ketut


Penyebab Kerusakan Hati

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama

2. Tidak buang air di pagi hari

3. Pola makan yang tidak beraturan

4. Tidak makan pagi

5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan

6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan

7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.

8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.
Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.
Sebab :

* malam hari pk 21.00 – 23.00 : Adalah pembuangan zat-zat / beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
* malam hari pk 23.00 – dini hari pk 01.00 : Saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
* dini hari pk 01.00 – 03.00 : Proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.
* dini hari pk 03.00 – 05.00 : De-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
* pagi pk 05.00 – 07.00 : De-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.
* pagi pk 07.00 – 09.00 : Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.
Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04.00 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.

Sumber : Facebook Yan Fery


Foto : lumbung padi terbesar di Bali, Jatiluwih – Tabanan


Sejarah Perkembangan Vaksin

1796 – Edward Jenner, seorang dokter dari Inggris, melakukan vaksinasi cacar pertama di dunia. Saat itu, terjadi sebuah wabah cacar sapi (cowpox) pada para pemerah susu yang ada di dekat tempat tinggalnya. Seorang pemerah susu pernah berkata kepadanya “I shall never have smallpox for i have had cowpox. I shall never have an ugly pockmarked face.” Hal inilah yang menginspirasi Edward. Edward mengambil materi dari pus seorang pemerah susu yang terkena cowpox dan menginokulasikannya kepada seorang anak laki-laki bernama James Phipps. Phipps pun terkena cowpox namun segera sembuh. Enam minggu kemudian, Edward menginokulasikan dua bagian dari lengan Phipps dengan smallpox. Ini tidak menjadikan Phipps ikut terkena smallpox. 
1880s – Louis Pasteur dan Emil Roux mengembangkan vaksin rabies pertama. Vaksin ini dicobakan kepada seorang anak berumur 9 tahun bernama Josep Meister yang saat itu tergigit anjing.
1890 – Emil von Behring mendapatkan 1st Nobel Prize di bidang fisiologi. Emil von Behring bersama dengan shibasaburo Kitasato mengembangkan vaksin tetanus dan difteri
1955 – Vaksinasi polio mulai diperkenalkan di UK. Hal ini mengakibatkan prevalensi polio menurun saat itu
1974 – WHO merilis EPI (Expanden Programme on Immunization). Tujuan dari EPI ini adalah untuk melindungi setiap anak dari tuberculosis, polio, diphteria, pertussis, tetanus, dan measles. Selain itu, juga untuk memberikan vaksinasi tetanus toxoid kepada wanita dan bayi baru lahir.
1990 – Vaksinasi telah melindungi lebih dari 80% anak-anak di dunia dari 6 penyakit yang menjadi fokus EPI. 
1999 – GAVI (Global Alliance for Vaccines and Immunization) dirilis untuk memperluas cakupan EPI terutama di low and middle income countries. Serta membantu memperkenalkan vaksin dalam program nasional negara-negara tersebut.
2005 – WHO dan UNICEF merilis The Global Immunization Vision and Strategy (GIVS) sebagai sebuah framework dalam kurun waktu 10 tahun yang bertujuan untuk mengontrol morbiditas dan mortalitas penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, serta membantu seluruh negara untuk melakukan imunisasi ke seluruh warganya, dengan cakupan vaksin yang luas
2012 – Global Vaccine Action Plan (GVAP) disetujui oleh 194 negara-negara pada World Health Assembly pada bulan Mei. GVAP adalah sebuah framework yang diharapkan dapat dicapai di tahun 2020. Tujuan dari GVAP adalah untuk mencegah kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin serta akses yang mudah dan terjangkau terhadap vaksin untuk semua orang.
Sumber: World Health Organization, Pubmed, NHS UK


Foto : Ari Blady, Gex Arix, Pea, Utu Nana, Gracia


Ilmu Kewarganegaraan “Ius Soli, Ius Sanguinis, Apatride, Bipatride”

  1. Asas Ius Soli

Ius Soli adalah suatu pengakuan negara terhadap kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat seseorang dilahirkan. Jika seseorang lahir di wilayah negara yang menganut sistem asas kewarganegaraan ius soli maka orang tersebut otomatis menjadi warga negara dari negara tempat ia dilahirkan.

Misalnya Agus dan Ani merupakan warga negara Papua Nugini yang menganut asas ius soli. Mereka melahirkan anak bernama Ana di Papua Nugini sehingga secara otomatis Ana mendapat kewarganegaraan Papua Nugini. Tiga tahun kemudian Agus dan Ani pindah ke Timor Leste dan melahirkan anak kedua bernama Ali. Ali secara otomatis mendapat kewarganegaraan Timor Leste.

 

  1. Asas Ius Sanguinis

Ius Sanguinis suatu pengakuan negara terhadap kewarganegaraan seseorang berdasarkan kewarganegaraan orangtua kandungnya. Jika orangtua kandung menjadi warga negara A, maka si anak juga mendapatkan status kewarganegaraan negara A.

Misalnya Surya dan Susi merupakan warga negara China yang menganut asas ius sanguinis. Mereka berdomisili di Indonesia dan melahirkan anak bernama Anton. Anton secara otomatis mendapat kewarganegaraan China. Setahun kemudian Surya dan Susi pindah ke Korea dan melahirkan anak kedua Susan. Susan juga secara otomatis mendapat kewarganegaraan China yang menganut asas ius sanguinis.

 

  1. Apatride

Apatride berasal dari kata ‘a’ artinya tidak dan ‘patride’ artinya kewarganegaraan. Jadi, Apatride adalah orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan.

Misalnya Jhon dan Indah adalah suami isteri di negara Brazil, yang berasas ius-soli. Mereka berdomisili di negara Jepang yang berasas ius-sanguinis. Kemudian lahirlah anak mereka, Wahyu. Menurut negara Brazil, Wahyu tidak diakui sebagai warga negaranya, karena lahir di negara Jepang. Begitu pula menurut negara Jepang, Wahyu tidak diakui sebagai warga negaranya, karena orang tuanya berasal dari negara Brazil. Dengan demikian Wahyu tidak mempunyai kewarganegaraan atau Apatride.

 

  1. Bipatride

Bipatride berasal dari kata ‘bi’ artinya dua dan ‘patride’ artinya kewarganegaraan. Jadi, Bipatride adalah orang-orang yang memiliki kewarganegaraan rangkap (ganda).

Misalnya, Telo dan Manis adalah suami isteri yang berstatus warga negara Korea namun mereka berdomisili di negara Argentina. Negara Korea menganut asas ius-sanguinis dan negara Argentina menganut asas ius-soli. Kemudian lahirlah anak mereka, Dani. Menurut negara Korea yang menganut asas ius-sanguinis, Dani adalah warga negaranya karena mengikuti kewarganegaraan orang tuanya. Menurut negara Argentina yang menganut asas ius-soli, Dani juga warga negaranya, karena tempat kelahirannya adalah negara Argentina. Dengan demikian Dani mempunyai status dua kewarganegaraan atau Bipatride.

 

  1. Multipatride

Multipatride berasal dari kata ‘multi’ artinya banyak dan ‘patride’ artinya kewarganegaraan. Jadi, Multipatride adalah orang-orang yang memiliki kewarganegaraan banyak.

Misalnya, Bajing berasal dari negara Korea dan Ayu berasal dari negara Jepang. Negara Korea dan negara Jepang menganut asas ius sanguinis. Bajing dan Ayu menikah kemudian mereka berdomisili di negara Kanada yang menganut asas ius soli. Kemudian lahirlah anak mereka, Lolo. Menurut negara Korea dan Jepang yang menganut asas ius-sanguinis, Lolo adalah warga negaranya karena mengikuti kewarganegaraan orang tuanya. Menurut negara Kanada yang menganut asas ius-soli, Lolo juga warga negaranya, karena tempat kelahirannya adalah negara Kanada. Dengan demikian Lolo mempunyai status tiga kewarganegaraan atau Multipatride.


Foto : Ius Soli kali ya nana dwipa


Pencanangan ISO di BTIKK

Balai Teknologi Industri Kreatif Keramik (BTIKK) – BPPT pada awal tahun 2016 mengadakan program pencanangan ISO 9001 di kantor yang berlokasi Jalan By Pass Ngurah Rai, Suwung Kauh Denpasar Selatan, Bali.

IMG_1095

Kegiatan pencanangan ini dimulai dengan adanya pengarahan dari Bapak Tatang, Deputi Pusat Kebijakan Teknologi, BPPT.

IMG_1102

Kegiatan ini disertai dengan penandatanganan spanduk Komitmen dimana seluruh pegawai kawasan BTIKK mendukung program pencanangan ISO 9001.

IMG_1103

Selain sambutan dari Bapak Deputi PKT, juga hadir Bapak Dudi, Direktur Pusat Teknoprener dan Kluster Industri serta Bapak Aris, Kepala Balai Teknologi Industri Kreatif Keramik.

IMG_1105

Acara ini berlangsung dengan khidmat dan tertib.

IMG_1106

Semoga dengan adanya pencanangan ISO ini menjadikan BTIKK semakin baik dan bagus demi kemajuan BPPT dan bangsa Indonesia pada umumnya.

IMG_1111

Di penghujung acara, diriku sempat fotoan dengan pimpinan tinggi yaitu Bapak Aris, Bapak Dudi, dan Bapak Tatang. Semoga reorganisasi di BPPT memberikan aroma dan nuansa segar serta seluruh lapisan pegawai di instansi ini semakin semangat dalam berkarya dan bertugas. Salam sukses dan damai selalu guys.


Sad Ripu

Pengertian Sad Ripu
Sad ripu berasal dari kata sad yang berarti enam dan ripu yang berarti musuh. Jadi secara harafiah, Sad Ripu memiliki arti enam musuh. Musuh yang dimaksud adalah musuh yang berasal atau bersumber dari dalam diri manusia sendiri. Sebagaimana tercantum dalam kekawin Ramayana, Bab I (Wirama Sronca), bait 4 sebagai berikut :
“Ragadi musuh mepareng

Rihati ya tongwanya tan madoh riawak

Yeka tan hana ri sira

Prawira wihikan sireng niti”
Artinya :

Keinginan (kama) dan semua jenis musuh yang terdekat yang ada di dalam hati (Pikiran) tempatnya tidak jauh dari badan sendiri

Yang semacam itu tidak ada dalam diri beliau (Dasarata) sifat ksatria yang dimilikinya,serta pintar dalam menjalankan pemerintahaan.
Sesungguhnya Sad Ripu tersebut bibitnya telah terbawa bersamaan dengan karma wesana sejak kelahiran. Demikian juga Sad Ripu akan selalu muncul akibat perpaduan dari Tri Guna, terutama pada sifat Rajas dan Tamas, hal inipun akibat rangsangan benda-benda dan pengaruh lingkungan hidupnya. Maka wiweka-pengetahuan disertai dengan sifat satwam lah sebagai pengendalinya. Perpaduan rajas dan tamas sebagai perangsang munculnya Sad Ripu yang tak bisa diredam dengan satwam dan dharma akan menghasilkan asubha karma (perbuatan buruk), namun sebaliknya apabila dapat diatasi dengan Satwam dan Dharma, yang muncul adalah subha karma ( perbuatan baik). Sebagaimana dijelaskan dalam petikan kekawinan Ramayana di atas, bahwa semuanya bersumber dari diri kita sendiri, kuncinya tergantung dari kemampuan, pengetahuan, dan pikiran untuk mengatasi dan mengarahkannya.
 
B. Bagian Sad Ripu
Bagian-bagian dari Sad Ripu atau enam musuh yang ada dalam diri manusia, yaitu:
1. Kama

Kama artinya keinginan atau hawa nafsu. Kama sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan, kama dapat mempengaruhi pikiran. Rangsangan yang kuat akan menarik kama dan mempengaruhi pikiran. Bila tidak memiliki kemampuan atau pengetahuan untuk mengatasinya, maka sifat-sifat buruk lah yang akan muncul yang berakibat buruk pula terhadap diri sendiri. Kama yang tidak terkendali ini akan muncul sebagai musuh. Namun sebaliknya, kama akan berfungsi sebagai sahabat apabila dapat dikendalikan atau disalurkan kepada hal-hal yang bersifat dharma/kebenaran.

Manusia kama Benar = sahabat

Buruk = musuh
2. Lobha

Lobha berasal dari kata lubh yang berarti tamak, rakus.

Rakus merupakan sifat senang yang berlebihan dan tidak terkendali, sifat yang selalu ingin dipuaskan, sifat yang ingin mementingkan diri sendiri. Sifat-sifat seperti ini dimiliki oleh setiap orang, apabila kemunculan sifat ini tidak dikendalikan dengan pengetahuan dharma, tidak memiliki rasa welas asih, tatwam asi, dan satya, maka lobha seperti ini akan menjadi musuh. Ia akan mendatangkan rasa benci, rasa cemburu, rasa dendam, sehingga menimbulkan rasa gelisah, kurang aman, dan was-was. Biasanya lobha akan tumbuh dengan kuat akibat kama yang selalu terpenuhi.

Manusia kama = lobha
3. Krodha

Krodha artinya marah. Krodha muncul diawali oleh ketidakpuasan, rasa kecewa, rasa dendam, dan rasa terhina. Krodha sangat mempengaruhi konsentrasi, rasa kesadaran, dan merusak keseimbangan serta kesucian bathin. Krodha yang tidak terkendali dapat memacu denyut jantung, merusak kerja syaraf sehingga sulitr berpikir tenang dan rasional, membuat syaraf tegang. Apabila terus-menerus seperti itu, syaraf-syaraf akan putus yang mengakibatkan stroke hingga kematian. Krodha juga dapat muncul akibat minuman keras. Krodha muncul bukan karena rangsangan dari luar, seperti kecewa, dendam dan sebagainya. Tetapi kemunculannya akibat pengaruh yang dibuat dari dalam. Miras sangat mengganggu fungsi kerja syaraf, miras sangat merusak kecerdasan, ketenangan dan konsentrasi. Cara untuk mengatasi Krodha adalah dengan pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran diri, serta hindari mengkonsumsi miras. Alihkan perasaan kecewa, dendam dan rasa tidak puas kepada rasa jengah untuk memacu diri dalam meraih kesuksesan, tapi harus berlandaskan dengan dharma (kebenaran).
Manusia Kama Tak terpenuhi = krodha

Pengaruh miras = krodha
4. Mada

Mada artinya mabuk/kemabukan, kemabukan dapat muncul dari dalam diri sendiri. Kama (keinginan) yang selalu terpenuhi menyebabkan lobha tak terkendali, hal ini dapat memunculkan mada dengan jenis yang beraneka ragam seperti berikut :

• Merasa diri paling rupawan (cantik/ganteng) karena mabuk akan kerupawanan wajahnya (surupa) ia seringkali menghina atau melecehkan orang lain.

• Merasa diri kaya raya karena banyak memiliki harta benda dan uang. Ia selalu menggunakan uang dan harta sekehendak hatinya untuk menghina, mengejek, dan menghancurkan orang lain. Karena memiliki banyak harta, ia merasa paling mampu dan lupa bahwa semua harta hanyalah titipan sementara.

• Merasa diri paling pintar (guna), selalu menganggap orang lain bodoh dan tidak mampu. Mereka yang meras pintar biasanya akan menjadi sombong.

• Merasa diri punya jabatan atau merasa diri seorang bangsawan sehingga membuat dirinya menjadi sombong, seolah-olah dialah yang dapat mengatur segala-segalanya. Karena kemabukan ia menjadi lupa bahwa ia sesungguhnya berasal dari rakyat biasa, jabatan itu sifatnya sementara dan kebangsawanan tiada arti tanpa orang lain yang menghormati kebangsawanan seseorang.

• Merasa diri muda/remaja dengan tenaga yang kuat (yowana). Ia lupa bahwa sastra agama menyebutkan “masa kecil akan menunggu masa remaja, dan remaja, tua lah yang dinanti. Sedangkan masa tua hanya kematian lah yang menunggu. Maka dari itu janganlah mabuk masa remaja, manfaatkanlah keremajaan untuk mengisi diri mempersiapkan masa tua dengan sebaik-baiknya berdasarkan dharma.

• Merasa selalu percaya diri akibat pengaruh minuman berakohol atau minuman keras yang akan merusak syaraf, merusak ingatan, merusak kesehatan pencernaan, ginjal, hati, dan jantung. Akibat minum minuman keras yang paling sering terjadi adalah timbulnya kekerasan dan tindak criminal.

• Merasa diri selalu menang dan berani. Sering kali mereka yang menang dalam seuatu peristiwa merasa sombong, mabuk akan kemenangan dan keberanian.
5. Matsarya

Matsarya artinya iri hati. Iri hati, cemburu, seringkali muncul akibat dari kekecewaan, ketidakpuasan, ketidakadilan, dan kegagalan dalam menghadapi suatu peristiwa. Di satu pihak ada yang berhasil dengan mudah, sedangkan di pihak lain mengalami kegagalan dan hambatan. Sehingga pihak yang gagal merasa kecewa. Kegagalan yang diakibatkan oleh ketidakadilan akan menimbulkan perasaan iri hati. Iri hati merupakan akumulasi dari krodha, bila berkelanjutan akan menimbulkan rasa dendam, benci, dan permusuhan. Matsarya dapat diredam dengan kesabaran dan kepasrahan. Bahwa hidup ini adalah cobaan, takdir, dan karma wasana.
Krodha Matsarya kecewa-dengki-iri hati

Dendam-permusuhan-balas dendam
6. Moha

Moha artinya bingung. Kebingungan tidak dapat menentukan sikap, karena kebuntuan otak dalam berpikir, kecerdasan hilang, orang tak tahu arah, tak tahu mana yang benar dan salah, tak tahu mana yang baik mana yang buruk, tak tahu mana yang berguna dan yang tidak berguna, kebingungan menghambat segala-galanya. Ada beberapa sumber penyebab timbulnya kebingungan antara lain sebagai berikut :

• Akibat kemabukan, baik itu karena keberhasilan yang berlebihan maupun akibat pengaruh minuman keras.

• Akibat kegagalan/kekecewaan yang bertubi-tubi secara silih berganti.
 
C. Contoh Prilaku yang Berkaitan dengan Sad Ripu
Di bawah ini adalah contoh-contoh yang berhubungan dengan Sad Ripu :

1) Kama

Kama dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

• Kama yang berlebihan dan tak terkendali, sehingga dapat mendatangkan musuh, baik dalam diri sendiri maupun dari luar, seperti :

 Dari dalam : keinginan untuk memiliki motor baru tapi tidak mampu, orang tua hanya buruh harian yang gajinya sangat kecil, sedangkan dia sendiri hidupnya masih tergantung orang tua, keinginan yang besar tersebut tidak kesampaian, membuatnya menjadi stress, sakit, pusing, dan tak ada gairah.

 Dari luar : keinginannya yang besar dan tak terkendali, membuat ia berani mengambil barang milik orang lain, akhirnya ia dibenci, dicemooh bahkan dijauhi teman-teman, bila sampai tingkat kriminal ia pun dapat dipenjara.

• Kama, keinginan yang dapat diredam/dikendalikan (bersifat positif), dengan kesadaran bahwa keinginan sesungguhnya memperbudak pikiran, agar tidak diperbudak arhkan pada hal yang positif, antara lain.

 Sadari kemampuan diri sendiri atau keluarga.

 Sesuaikan keperluan dan kebutuhan.

 Perhitungkan untung, rugi, dan manfaat.

 Kenali diri sendiri secara untuh.
2) Lobha

Lobha atau rakus/ ingin memuaskan diri sendiri, tanpa menghiraukan hak-hak dan kepentingan orang lain. Biasanya lobha akan terus berlanjut atau bertambah kuat jika kita tidak mampu menghalangi atau menghentikannya. Prilaku seperti ini dapat dijumpai pada mereka yang sering melakukan korupsi, pungli, rentenir, percaloan, mereka yang demikian tak akan mau mengerti dan memiliki rasa iba terhadap penderitaan orang lain.

Perilaku lobha seseorang akan dapat dikurangi dengan hal berikut :

 Tumbuhkan kesadaran yang mendalam dari dalam dirinya.

 Menyaksikan keluarga sendiri atau bahkan merasakan secara langsung penderitaan akibat diperlakukan oleh tindakan lobha.

 Memahami dengan penuh keyakinan tentang hukum karma.
3) Krodha
Krodha merupakan prilaku negatif yang paling cepat mendatangkan musuh. Mereka yang dikuasai krodha sangat sulit menenangkan diri, menstabilkan pikiran, dan bahkan sulit mengontrol diri sendiri. Orang yang berbeda pandangan,berbeda pendapat,dan berbeda kepentingan akan dianggap musuh. Beberapa prilaku yang dapat memancing krodha adalah sebagai berikut :

a) Bersumber dari ucapan (wasista nimitanta menemu dukha),seperti ejekan,hinaan,cemoohan,olokan dan gertakan.

b) Bersumber dari mimik, seperti mencibir dan membuat bentuk mulut yang dapat mengundang krodha.

c) Dengan tatapan mata, misalnya mata merah dengan muka masam dan mata melotot disertai muka merah.
4) Mada

Mada artinya mabuk atau membanggakan diri, seperti:

 Merasa diri ganteng atau cantik, timbul perilaku sombong.

 Merasa diri selalu beruntung dan hidup kaya raya.

 Merasa diri pintar, otak cerdas, berpendidikan tinggi, dan banyak memiliki pengetahuan serta pengalaman.

 Merasa diri sebagai orang ningrat, keturunan bangsawan, punya jabatan tinggi, sehingga mereka selalu ingin dihargai dan dihormati tanpa menghormati orang lain karena mersa kedudukan mereka lebih tinggi.

 Merasa diri selagi muda, masih remaja, disayang dan dimanja orang tua.

 Akibat pengaruh minuman keras dan narkoba, membuat keseimbangan terganggu, ingatan tak terkontrol, ucapan dan tindakan ngawur serta pikiran tidak waras.
5) Moha

Moha memiliki arti kebingungan. Kebingungan dapat disebabkan oleh bermcam-macam hal, seperti:

 Karena mendapatkan masalah yang berat sehingga menyebabkan kebingungan.

 Kehilangan sesuatu atau seseorang yang dicintai yang menyebabkan kebingungan bahkan kehilangan arah.
6) Matsarya

Matsarya memiliki arti iri hati. Iri hati akan menyiksa diri sendiri dan dapat merugikan orang lain. Orang yang matsarya merasa hidupnya susah, miskin, bernasib sial, sehingga akan menyiksa batinnya sendiri. Selain itu bila iri terhadap kepunyaan orang lain maka akan menimbulkan rasa ingin memusuhi, berniat jahat, melawan dan bertengkar, menyakiti, sehingga akan merugikan orang lain. Matsarya timbul karena berbagai hal, seperti:

 Merasa diri paling mampu atau pintar dibanding dengan orang lain. Namun, apabila orang tersebut lebih sukses atau berhasil akan menimbulkan rasa iri hati.

 Merasa hidup orang lain lebih beruntung daripada diri kita sendiri, sehingga menimbulkan rasa iri hati.
D. Dampak yang Ditimbulkan oleh Sad Ripu
Sad Ripu dapat berakibat buruk, berbahaya bagi keselamatan, ketenangan, ketentraman, kesehatan, kebahagiaan, dan kecerdasan. Umat Hindu memiliki cara tersendiri untuk mengatasi Sad Ripu, antara lain :

 Upacara Agama Manusa Yadnya, terutama potong gigi, sebagai simbol untuk mengingat bahwa musuh itu bersumber dari diri sendiri dan harus diatasi dan dilemahkan agar tidak menguasai diri sendiri.

 Memperdalam dan mengamalkan ajaran kesusilaan, terutama Tri Kaya Parisudha, Panca Yama dan Panca Nyama Brata, Catur Praweti, Catur Paramita, serta ajaran karma phala.

 Melalui cerita-cerita, seperti cerita sudamala, bhatara, kala, dyah tantri, Sutasoma.

Sumber : whatsapp grup BTIKK

Posted by : Agus Yoga Sugama

  
I Wayan Sukadana alias Jhon Sanaflu at Mangrove Bali