Meajar – ajar ring Pura Puncak Penulisan

1

Tirta yatra ke Pura Puncak Bukit Penulisan dilakukan pada saat acara meajar-ajar Memukur Puri Peguyangan 2016.

2

Dalam perjalanan ini diriku satu kelompok dengan Made Kopi alias Degun yang diketuai oleh Jero Mangku Metal Turah Manik Wirayudha.

3

Selama perjalanan kita banyak bersenda gurau mengenai kehidupan dan seluk beluk yang melingkar di dalamnya.

4

Dan tidak ketinggalan juga bersenda gurau dengan Bule yang bermain ke sana. Sungguh bangga bisa lahir dan hidup di Bali, pulau penuh kedamaian, spiritual, dan taksu kebahagiaan. Terima kasih Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

5

Tentunya tak lupa juga merekam moment berharga dengan Partner In Crime mister Kopi Kopi Serigala. eeeaaaaaa. Terima kasih banyak sudah berkunjung sobat, sampai jumpa di pertemuan berikutnya ya. Semoga kita sehat dan bahagia selalu serta diberkahi rejeki dalan lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Agar sahabat bisa mengetahui Pura Puncak Penulisan secara lebih lengkap, sebaiknya berkunjung ke situs Babad Bali.

Advertisements

Journey to the Temple of the King “Pura Lempuyang Luhur”

14040007_1035690693196860_210581868013736567_n

Dahulu Puncak gunung Lempuyang ini disebut dengan puncak Bisbis, mungkin dihubungkan dengan kondisi alam yang selalu berkabut dan sering turun hujan gerimis, sebagai puncak yang terakhir atau penghabisan.

Pura ini disebutkan dalam dewata nawa sanga sebagai tempat untuk memuja Dewa Iswara, dilambangkan dengan warna putih sebagai dewa pengemban dharma.
 
Gunung ini sekarang lebih dikenal dengan nama Lempuyang Luhur.

14040148_1035688789863717_7873202899621015466_n

Perjalanan spiritual di Lempuyang Luhur ini dilakukan bersama dengan A.A.N. Wiradharma dari Puri Peguyangan Denpasar.
14051554_1035689566530306_7133266088891988700_n
Ya kami berdua sangat gemar melakukan tirta yatra mengunjungi tempat spiritual, sekedar untuk menikmati suasana dan mencari inspirasi.
14054961_1035689139863682_8818678149779360626_n
Dalam perjalanan kali ini, kami pertama kali menyewa penduduk setempat untuk membawakan pejati, maklum energi sedang habis-habisnya setelah bertempur menaiki gunung Catur 2.020 mdpl dalam perjalanan di Pura Puncak Mangu, Badung Bali.
14063733_1035690419863554_71208672311761330_n
Penduduk lokal sini, misal ibu pembawa banten, sangat kuat dan tangguh dalam menaiki dan menuruni Lempuyang yang lumayan tinggi. Di sepanjang perjalanan kita akan bertemu dengan gerombolan monyet, king dom of magic.
14063786_1035680559864540_2789162920331564023_n
Konon Pura ini dikerumuni oleh pasukan wanara yang dipimpin oleh seorang raja King, ya mungkin mirip seperti Hanoman dalam kisah Ramayana.
14063786_1035689609863635_2165724793406542274_n
Bila berkunjung ke Pura Lempuyang Luhur, sempatkanlah membawa makanan ringan untuk diberikan kepada pasukan kera yang senantiasa melucu dan unyu-unyu.
14063854_1035690639863532_821291382872836549_n
Untuk menyewa pembawa banten, dilakukan tawar-menawar di tempat. Karena kami merasa sedikit kasihan kepada ibu, maka disepakati 100 ribu naik turun.
14064247_1035690459863550_2404851137545805348_n
Untuk menemukan lokasi Pura Lempuyang Luhur lumayan seru juga karena banyak jalan berkelok ditemani tebing yang curam, sahabat jangan ngebut ya di sepanjang jalan ini.
14064260_1035689003197029_701638103828957366_n
Bila menggunakan mobil, makan akan parkir di parkiran dan jalan kaki menuju pelinggih pertama. Biasanya ada ojek yang menawarkan untuk mengantar ke titik point pertama. Ya kalau sahabat ingin olahraga, bisa berjalan kaki, namun bila terkejar waktu / lelah boleh menggunakan ojek, harganya sekitar 10 – 15 ribu rupiah.
14067569_1035690563196873_7831630397415397795_n
Dalam perjalanan ini kami beruntung karena di malam hari bertemu dengan sekumpulan kunang-kunang biru, sangat indah dan mempesona, terima kasih atas karunianya Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
14067610_1035689973196932_3537314843698974717_n
Bahwasanya dalam berdoa hingga pada akhirnya kita dianjurkan untuk tidak memohon apa-apa. Ya kedamaian itu tentang rasa, bukan keinginan yang menggebu-gebu… eeaaaa.
14068267_1035689279863668_2947244920882516533_n
Bahkan hingga tiba di puncak Lempuyang, kami membuka sebotol Bir Bintang yang sudah dibawa dari bawah. sejenak menghangatkan suasana di tengah rinai dedaunan syahdu nan asri.
14088395_1035690319863564_4765588868242289576_n
Di utamaning mandala, lokasi persembahyangan, terdapat sekumpulan pohon bambu yang mengeluarkan tirta suci.
14088639_1035689446530318_3584777191704624110_n
Perlu diingat para sahabat sebelum berangkat ke Lempuyang Luhur Temple, sebaiknya mengisi perut dulu dengan makanan agar perjalanan mendaki semakin sehat dan menyenangkan.
14088672_1035688933197036_4392780593192908590_n
Dan di utamaning mandala pun, kami memiliki kesempatan pada kali ini melihat segerombolan orang sembahyang, dimana salah seorang wanita berpakaian serba hitam kerauhan (istilah kasarnya kemasukan), sungguh spiritual yang gaib dan penuh makna.
14089147_1035690159863580_1758282227013855681_n
Untuk mencapai puncak Lempuyang diriku sendiri melepas baju, karena secara mistis, entah kenapa, pada saat tidak memakai baju, diriku berhasil sampai puncak, dibandingkan pada saat pakai baju, jantung terasa ingin copot.
14089308_1035690269863569_9129213685570325401_n
Okay lah brader inilah kegilaan kami di masa muda ini, masa yang penuh gairah, masa yang penuh energi dan kegembiraan. Hidup ini begitu indah untuk dilewatkan.
14095795_1035688396530423_2053318144443122756_n14095846_1035690493196880_2064520180629842911_n14100342_1035689213197008_1245278124190148912_n-114100342_1035689213197008_1245278124190148912_n14100406_1035689519863644_6664301411405115023_n14100489_1035689736530289_3652945330899796412_n14102278_1035688793197050_5870945346597934865_n14102434_1035689829863613_7089915055422513969_n14102462_1035689339863662_4889673439567845956_n14102564_1035689699863626_6366142417061684038_n14102575_1035689486530314_4673637354577000197_n14117746_1035689413196988_2815434384349420665_n14117788_1035689059863690_2805920812382909143_n14117874_1035690073196922_4658921333360890190_n14117889_1035688876530375_6489647323077894977_n14141856_1035690196530243_6448092663393297666_n
Terima kasih ya sobat sudah berkunjung di blog ini, selamat menikmati hari dan jangan lupa mampir ke Pura Lempuyang Luhur pada saat liburan atau pelesiran ke Bali. Salam damai dari Made Komo dan Turah Agung, dari Puri Peguyangan Denpasar Bali. Semangat kita menikmati hari, semoga sehat selalu, panjang umur, dan bahagia hingga akhir masa. Astungkara.
14183753_1035690543196875_265896611298879606_n14183813_1035689883196941_907915756734087010_n14183865_1035689319863664_6662281686950366455_n14184404_1035689783196951_4018691614629179390_n14184471_1035689639863632_3159443168736156853_n14184471_1035690109863585_6784278891580656074_n

Terima kasih sudah berkunjung sobat, untuk mengetahui Pura Luhur Lempuyang lebih rinci kawan-kawan bisa berselancar di situs Babad BaliInput Bali,  dan parris bali


Spiritual Day rangkaian Memukur Puri Peguyangan 2016 dan Uji Nyali Taman Festival Bali

1

Yah tibalah di penghujung acara, upacara Memukur dan Mepandes Puri Peguyangan 2016.

2

Kegiatan ini dilakukan di Pantai Padanggalak, area mistis seputaran Denpasar, dan tentunya tidak melewatkan kawasan magis terangker di Bali, ex Gedung Taman Festival Bali.

3

Menyusuri pinggiran Pantai Padanggalak terasa memesona dan terpana.

4

Dalam upacara Memukur dan Mepandes 2016, para umat memanjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Tuhan sebagai penguasa lautan.

56

Dalam memasuki kawasan Gedung Taman Festival Bali, walaupun siang hari, bulu kuduk terasa merinding keras. Hal ini mungkin disebabkan karena masuk ke area mistis sendirian.

78

Sangat cocok buat para sahabat pencinta dunia lain untuk merasakan dan merasuki aura spiritual di area ini. Persimpangan fenomenal penampakan gamang dan memedi –

9

Disarankan bagi penggemar spiritual supaya datang ke area ini sendirian, terutama para sahabat dari luar pulau dewata… agar aura magis semakin terasa merasuki

10

Dalam semangat dan adat budaya membara bersatu intisari spirit kekeluargaan, para gengster Bencingah Raya pun tidak melewatkan momen-momen kejayaan ini

1112

Untuk para sahabat yang ingin berkunjung ke Taman Festival Bali, bisa menemukan Pantai Padanggalak terlebih dahulu, masuk hingga ke dalam dan di pesisir pantai akan menemukan deretan gedung angker tak berpenghuni manusia.

13

Demikian lah sekilas ulasan mengenaik aktivitas mistis di siang yang cerah ini.

14

Pun harus disadari kita sebagai manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan YMK, yang konon merupakan makhluk dengan tingkatan tertinggi karena memiliki akal dan budi.

1516

Terkadang kita yakini kalau makhluk ciptaan dunia lain / dunia gaib pun bisa hadir selama sisi kehidupan.

1718

Bila kita saling menjaga dan hidup berdampingan, tentunya kedamaian akan tercipta antar sesama makhluk ciptaan Tuhan.

19

Yah sahabat ku semuanya, bila memungkinkan pada saat berkunjung ke Bali, boleh mencoba suasana mistis religius yang terpajang di area Pantai Padanggalak, Ex Gedung Taman Festival Bali.

20

 

Untuk mengetahui mengenai acara memukur Puri Peguyangan 2016 bisa dipantau pada situs Tribbun BaliBali Tribbune dan untuk mengenal lebih lanjut tentang eks Taman Festival Bali, bisa melalui situs Mentari HolidayArgawaSegiempat.


Pelesiran Nusa Penida

Om Swastyastu, dumogi kita semua ngamolihan kerahayuan lan kerahajengan olih Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

IMG_0477

Begitu damai hati ini menginjakkan kaki di pulau Nusa Penida. Perjalanan 45 menit ditempuh menggunakan boat dari pesisir pantai Sanur Denpasar.

IMG_0484

Sesampainya di penginapan, kami langsung persiapan menuju Pura Goa Giri Putri. Ada Putu Nuniek Hutnaleontina, Ibu Luh, Windi, Bonces dan kakak ceweknya, Widya, dan Sukma.

IMG_0485

Begitu takjubnya jiwa ini menemukan ruangan besar di dalam lubang kecil yang kami masuki. Memang inilah keajaiban dari Tuhan Sang Pencipta Jagat.

IMG_0487

Suasana di dalam goa begitu hening dan tenang. Sangat mendukung dalam melantunkan doa dan sembah.

IMG_0490

Memang kawasan ini dijaga kebersihannya, tampak beberapa pemangku yang siaga disana terutama pada hari rahinan tertentu.

IMG_0491

Tidak banyak yang bisa diungkapkan dengan kata-kata. Begitu terpananya hati ini, takjub tak terkira.

IMG_0492

Bagi teman-teman yang ingin berwisata spiritual di Nusa Penida disarankan untuk mengunjungi goa ini. Akan sangat berkesan dan auranya begitu memukau.

IMG_0493

Kami selalu bersama beriringan dari satu pelinggih ke pelinggih yang lain. Puja dan puji syukur selalu kami sembahkan ke hadirat Mu Tuhan.

IMG_0494

Seusainya persembahyangan di Pura Goa Giri Putri, kami melanjutkan perjalanan ke Pura Puncak Mundi.

IMG_0495

Perjalanan berkelok menanjak ditempuh, hingga pada tengah malam ini kami sampai di kawasan yang hening sakral. Suara monyet bersahutan di gerimis mengundang ini sungguh menggugah jiwa.

IMG_0496

Rata-rata bangunan candi berwarna putih, mungkin ini merupakan ciri khas dari Nusa Penida.

IMG_0497

Sejak kecil aku selalu mendengar mitos bahwasanya Leak tersakti ada di Pulau Nusa Penida. Entahlah mitos tersebut apakah benar atau tidak adanya. Yang pasti saat ini diriku bersama pacar dan teman-teman menginjakkan kaki di pulau yang memukau ini.

IMG_0498

Dalam rintik hujan kami panjatkan bhakti ke hadapan Ratu Bhatara Bhatari yang melingga ring Pura Puncak Mundi. Semoga kita semua sehat selalu berlimpah berkah  di dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

IMG_0499

Malam ini begitu adem dan sejuk. Kami balik terlebih dahulu ke penginapan, menyempatkan diri makan malam dan menuju peraduan. Sungguh perjalanan spiritual yang luar biasa. Inilah yang selalu kunantikan dalam perjalanan hidup ini, kualitas kehidupan yang saling harmonis rahayu rahajeng.

IMG_0503

Keesokan harinya kami serombongan persiapan ke Pura terbesar di Nusa Penida, yaitu Pura Dalam Ped.

IMG_0504

Di kawasan Pura Ped ini juga terdapat beberapa pelinggih yang kami kunjungi satu persatu. Ternyata luas banget Pura nya, kebersihan dan keasrian semakin menambah aura magis dan kesakralan tempat spiritual ini.

IMG_0505

Suksma dan puji syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa kami dapat bertirtayatra hari ini dengan selamat sentosa dan hati damai.

IMG_0506

Sebelum menuju pelinggih inti Pura Dalem Ped, kami sembahyang dulu ke pelinggih yang ada di pesisir pantai.

IMG_0507

Pohon beringin merupakan ciri khas dan banyak terdapat di kawasan Nusa Pendia.

IMG_0508

Inilah kami di sela-sela persembahyangan masih sempat-sempatnya fotoan, hehe. Maklum lah ya anak muda ingin mengekspresikan diri.

IMG_0511

Memang sungguh asik suasana tirtayatra apalagi bersama dengan pacar tercinta. Terasa dunia ini direstui milik berdua dalam kebahagiaan.

IMG_0516

Terdapat juga pelinggih-pelinggih dengan warna khas hitam merah, seolah berkesan sangat pingit alias angker!

IMG_0521

Patung naganya pun begitu klasik dan retro.

IMG_0522

Memang Nusa Penida ini begitu antik, pelinggih-pelinggih dengan wujud wanita bercaling, membuatku berimajinasi tentang leak. huuhuhu. Sepertinya otakku harus dicuci dulu dari hal-hal negatif yang sudah masuk selama bertahun-tahun di lingkungan hidup terdahulu. hehe.

IMG_0524

Tampak beberapa foto pelinggih yang ada di Pura Dalem Ped. Momory ini akan menjadi kenangan yang indah saat waktu semakin berjalan.

IMG_0525

Satu hal yang harus diperhatikan, banyak nyamuk berwarna belang bahkan sering tampak di tempat tirta. Mungkin bisa jadi tempat ini menjadi surganya para nyamuk. Teman-teman sebaiknya kalau mau pelesiran di Nusa Penida sebaiknya dalam keadaan sehat ya, karena kalau kondisi drop akan mudah terkena sakit khususnya sakit yang berhubungan dengan nyamuk.

IMG_0526

Sembari menatap pantai, kami abadikan momen-momen indah ini.

IMG_0527

Perahu, ya perahu, dengan mendayung perahu kita bisa menyebrangi lautan. Jadi mari kita bersemangat dalam menjalani hidup kawan-kawan.

IMG_0528

Tibalah di Pura sejenis Pura Taman, banyak terdapat tanaman teratai / lotus.

IMG_0529

Indah nian mata memandang sekeliling Kawasan Lotus.

IMG_0530

Ya kami harus bergegas menyelesaikan persembahyangan agar bisa jalan-jalan men. hahahaha.

IMG_0531

Dan sampailah di Pura ini. Disini kita bisa nunas tirta untuk dibawa pulang ke rumah.

IMG_0532

Senang lah hati metirtayatra di Pura Dalem Ped Nusa Penida.

IMG_0533

Semoga pikiran yang baik selalu datang dari segala arah.

IMG_0534

Seusainya persembahyangan, kami langsung berangkat mencari makan siang. Dekat pantai, sepertinya Pantai Kristal namanya.

IMG_0536

Birunya langit dan jernihnya samudra membuat kemesraan ini tiada mau berakhir.

IMG_0541

Seru, asik, puas, dan menyenangkan bisa berada di alam ini bersama teman-teman.

IMG_0545

Aku begitu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, ternyata beliau begitu baik kepada seluruh umat manusia, menciptakan keindahan alam yang mempesona.

IMG_0552

Pra Preweding dulu ah, eh bisa jadi ini prewed. hahaha.

IMG_0579

Bahkan seperti terlihat Putu Nuniek Hutnaleontina ingin selalu dekat berada disampingku, tiada ingin kebersamaan ini berlalu. hihihi.

IMG_0582

Hingga siang menjelang sore, kami menikmati kesejukan pesisir Pantai Kristal di alam Nusa Penida.

IMG_0583

Hello, lagi ngapain ya ini, yang penting asiiik, begitu kata bung Iwan Fals.

IMG_0591

Karena matahari sudah ingin bersembunyi di balik awan senja, kami bergegas pulang menuju pesisir untuk kembali ke Sanur.

IMG_0593

Kisah ini akan selalu terkenang.

IMG_0596

Untaian cinta yang bersemi.

IMG_0604

Dua insan yang menyatu, dalam deburan ombak, angin pantai dan cercahan surya.

IMG_0605

Karena cinta itu adalah kehidupan, cintailah dirimu dan orang yang kamu sayangi setulus hati.

IMG_0614