Sejarah Perkembangan Vaksin

1796 – Edward Jenner, seorang dokter dari Inggris, melakukan vaksinasi cacar pertama di dunia. Saat itu, terjadi sebuah wabah cacar sapi (cowpox) pada para pemerah susu yang ada di dekat tempat tinggalnya. Seorang pemerah susu pernah berkata kepadanya “I shall never have smallpox for i have had cowpox. I shall never have an ugly pockmarked face.” Hal inilah yang menginspirasi Edward. Edward mengambil materi dari pus seorang pemerah susu yang terkena cowpox dan menginokulasikannya kepada seorang anak laki-laki bernama James Phipps. Phipps pun terkena cowpox namun segera sembuh. Enam minggu kemudian, Edward menginokulasikan dua bagian dari lengan Phipps dengan smallpox. Ini tidak menjadikan Phipps ikut terkena smallpox. 
1880s – Louis Pasteur dan Emil Roux mengembangkan vaksin rabies pertama. Vaksin ini dicobakan kepada seorang anak berumur 9 tahun bernama Josep Meister yang saat itu tergigit anjing.
1890 – Emil von Behring mendapatkan 1st Nobel Prize di bidang fisiologi. Emil von Behring bersama dengan shibasaburo Kitasato mengembangkan vaksin tetanus dan difteri
1955 – Vaksinasi polio mulai diperkenalkan di UK. Hal ini mengakibatkan prevalensi polio menurun saat itu
1974 – WHO merilis EPI (Expanden Programme on Immunization). Tujuan dari EPI ini adalah untuk melindungi setiap anak dari tuberculosis, polio, diphteria, pertussis, tetanus, dan measles. Selain itu, juga untuk memberikan vaksinasi tetanus toxoid kepada wanita dan bayi baru lahir.
1990 – Vaksinasi telah melindungi lebih dari 80% anak-anak di dunia dari 6 penyakit yang menjadi fokus EPI. 
1999 – GAVI (Global Alliance for Vaccines and Immunization) dirilis untuk memperluas cakupan EPI terutama di low and middle income countries. Serta membantu memperkenalkan vaksin dalam program nasional negara-negara tersebut.
2005 – WHO dan UNICEF merilis The Global Immunization Vision and Strategy (GIVS) sebagai sebuah framework dalam kurun waktu 10 tahun yang bertujuan untuk mengontrol morbiditas dan mortalitas penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, serta membantu seluruh negara untuk melakukan imunisasi ke seluruh warganya, dengan cakupan vaksin yang luas
2012 – Global Vaccine Action Plan (GVAP) disetujui oleh 194 negara-negara pada World Health Assembly pada bulan Mei. GVAP adalah sebuah framework yang diharapkan dapat dicapai di tahun 2020. Tujuan dari GVAP adalah untuk mencegah kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin serta akses yang mudah dan terjangkau terhadap vaksin untuk semua orang.
Sumber: World Health Organization, Pubmed, NHS UK


Foto : Ari Blady, Gex Arix, Pea, Utu Nana, Gracia

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s