Tri Sarira

Tri Sarira berasal dari tiga kata, “tri” artinya tiga, dan “sarira” yang artinya badan. Jadi tri sarira adalah tiga pembagian tubuh manusia yang merupakan tempat tinggal dari Sang Hyang Atma. Adapun pengertian lain:
Tiga lapisan/selubung mahluk hidup secara jasmani maupun rohani (Centanananda, 1999)

Tiga unsur pokok lapisan badan ( Oka, 2009)

Tiga badan ( Risikesa 1999 )

Tri sarira terdiri dari sthula sarira, suksma sarira, dan anta karana sarira, dimana ketiganya ini memiliki peranan yang sangat penting dalam hidup manusia.
Sthula Sarira
Sthula sarira disebut juga dengan jagrapada, badan wedag atau badan kasar, yaitu dimana badan manusia pada saat ini mengalami kesadaran biasa dimana panca indra dapat bekerja sebagaimana biasa, sehingga pada saat ini manusia benar-benar merasakan hidup dan merasakan bahwa Sang Hyang Atma berada dalam tubuhnya. Keadaan ini disebut dengan “wiswa” karena tubuh dapet menikmati bermacam-macam objek melalui indria.
Secara sederhana sthula sarira adalah organ-organ tubuh manusia yang dapat dirasakan secara fisik. Sthula sarira terbentuk dari panca tan mantra dan panca maha bhuta.
Adapun bagian dari Panca Maha Bhuta adalah sebagai berikut:
Perthiwi (unsur padat) membentuk tulang,otot,dan daging.

Apah (unsur cair) membentuk darah,lendir,enzim,kelenjar keringat,dan cairan tubuh lainnya.

Teja (unsur panas) membentuk suhu tubuh.

Bayu (unsur udara/angin) membentuk tenaga,nafas,dan udara-udara lainnya dalam tubuh.

Akasa/Ether (unsur kosong) membentuk rongga-rongga dalam tubuh.

Kemudian dari Panca Maha Bhuta tersebut terbentuk lah Panca Tan Mantra yang terdiri dari:
Sabda Tan Matra = benih suara

Sparsa Tan Matra = benih rasa sentuhan

Rupa Tan Matra = benih pengelihatan

Rasa Tan Matra = benih rasa

Gandha Tan Matra = benih penciuman

Stula Sarira juga dibentuk oleh Sad Kosa yaitu enam lapisan pembungkus.
Bagian-bagian Sad Kosa:
Asti/Taulan = tulang

Adwad = otot

Sumsum = sumsum

Mamsa = daging

Rudhira = darah

Carma = kulit

Suksma Sarira
Dibentuk oleh Tri Antakarana atau Tiga Penyebab Akhir.
Yang terdiri dari:
Budhi, fungsinya untuk menentukan keputusan.

Manah,fungsinya untuk berpikir.

Ahamkara,fungsinya untuk merasakan dan bertindak.

Suksma sarira disebut juga citta, swapna pada, atau badan halus. Secara sederhana bisa diartikan sebagai pikiran atau ingatan manusia. Keadaan yang paling sederhana untuk menggambarkan suksma sarira adalah ketika seseorang bermimpi, dimana dalam mimpi tersebut manusia memiliki kesadaran hanya pada ingat pada pikirannya, dimana dari pikiran tersebut dia bisa merasakan senang dan sakit seklipun tubuh fisik tidak merasakan demikian. Keadaan Sang Hyang Atma dalam suksma sarira disebut dengan taijasa.
Suksma Sarira sebagai badan halus adalah alam pikiran manusia, yaitu lapisan badan yang tidak dapat dilihat dan diraba. Disebut dengan badan halus karena alam pikiran ini letaknya jauh di dalam badan kasar (tubuh fisik).
Sebagai citta, suksma sarira adalah pengalaman yang dibuat tubuh, dipikirkan, dilihat dan dirasakan selama manusia hidup di dunia ini. Citta merupakan salah satu unsur yang membentuk watak atau budi seseorang. Pada citta ini terdapat unsur Dasendria yang terdiri dari Panca Buddhindriya dan Panca Karmendriya.
Panca Budhindriya yaitu lima indriya pengenal yang terdiri dari:
Cakswindriya adalah indria pengelihatan yaitu terletak pada mata

Srotendriya adalah indria pendengar yaitu terletak pada telinga

Ghranendriya adalah indria penciuman yaitu terletak pada hidung

Twakindria adalah indria pengenal rasa sentuhan yaitu terletak pada kulit

Jihwendria adalah indria pengecap yaitu terletak pada lidah

Panca Karmendrya adalah lima indriya pekerja atau penggerak tubuh manusia yang terdiri dari:
Panindriya adalah indria penggerak pada tangan

Padendria adalah indria penggerak pada kaki

Garbhendriya adalah indria penggerak pada perut

Upastendriya adalah indria penggerak pada kemaluan laki-laki atau Bhagendriya pada kemaluan perempuan.

Pajwindriya adalah indria penggerak pada pantat atau dubur.

Selain dasendrya, suksma sarira juga memiliki hubungan dengan Panca Maya Kosa yaitu lima pembungkus dari badan halus yang terdiri dari:

Anamaya kosa yaitu badan dari sari makanan

Pranamaya kosa yaitu badan dari sari nafas

Manomaya kosa yaitu badan dari sari pikiran

Wijnanamaya kosa yaitu badan dari sari pengetahuan

Anandamaya kosa yaitu badan kebahagian

Anta Karana Sarira
Anta karana sarira disebut juga antakaranapada, susupta pada, atau badan penyebab. Merupakan badan yang paling halus yang disebut juga sebagai atman. Keadaan tubuh dalam anta karana sarira adalah seperti orang tidur lelap yang tidak ingat apa-apa yang ada hanya kekosongan, namun pada saat bersamaan ia merasakan keindahan yang luar biasa, keadaan ini disebut dengan sripada.
Pada saat Sang Hayang Atman berada pada ketiga wilayah tersebut, maka Sang Hyang Atman disebut dengan atma sangsara dimana Sang Hyang Atma kontak dengan dunia luar melalui tubuh sehingga menimbulkan keinginan yang harus dipenuhi, dan dalam memenuhi keinginan ini maka terjadilah penderitaan.
Fungsi dari masing-masing bagian dari Tri Sarira adalah mempunyai fungsi yang berbeda-beda,namun dalam satu-kesatuan. Stula Sarira dan Suksma Sarira merupakan alat dari Antakarana Sarira (Jiwatman).

Sumber : whatsapp grup BTIKK

Posted by : Agus Yoga Sugama

  
You are what you eat

#smoothie #peace

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s