Perjalanan Kebun Nanas – Gandaria City – Pura Rawamangun

Pagi jam 6 terlihat pesan di HP, dari Yan Oka dan Wahyu Putra, dua bocah gokil yang selalu menghiasi hari nakalku. Hahahaa. Ya hari ini Minggu tanggal 6 Desember 2015. Ga ada hujan, ga ada angin, ga ada rahinan, mereka mengajakku untuk sembahyang di Pura Rawamangun Jakarta Timur. Ada apakah gerangan? Si Wahyu bilang mau nyari nasi be guling. Okay deh tak temenin kalian, yang penting hari ini terisi dengan hal positif.

Seperti biasa setelah akhir pekan ini membereskan clutter dan merapikan hidupku, pukul 9 aku berangkat ke Stasiun Rawa Buntu bersama Wayan Oka Prayasa. Disana ketemu Wahyu Putra dan kami pun cuz.

Kalau kawan-kawan ingin ke Pura Rawamangun menaiki KRL, pastikan tujuannya yaitu stasiun Jatinegara. Dari sana bisa menaiki angkutan umum hingga tiba di Pura nya. Ingat di dalam kereta pada akhir pekan, situasinya lumayan berdesakan seperti hari kerja, jaga barang bawaan dengan sangat waspada karena tindakan kriminal itu selalu saja ada, bukan hanya karena dari niat sang pelaku, namun berkat adanya kesempatan yang anda berikan!

Cerita hari ini agak antik! KRL tetiba berhenti di stasiun Kebayoran. Ada apa gerangan, ada kereta nyangkutkah di depan sana? Dan sepertinya hari ini sudah ditakdirkan, terlintas dalam pikiranku untuk meminta Yan Oka Prayasa untuk menghubungi pimpinan di kantornya, Pak Agung Astana, seingatku beliau rumahnya di Kebun Nanas Kebayoran.

Setelah dihubungi, beliau ternyata baru pulang semalam dari Perancis dan kamipun kesana menaiki angkot, aneh kan, hehe. Sampai rumah dinas kami bercengkerama disana, maklum saudara Bali jarang kami temukan di Jakarta. Banyak sharing tentang cerita kehidupan dan cinta, kami berempat sama-sama memakai gelang tridatu! Brotherhood ini mah, hehe.

12347966_768397816599198_6960661605742235836_n

Brotherhood – Dwipayana, I Gusti Ketu Astana, Wayan Oka Prayasa

Setelah itu kami mencari pengisi perut siang ini di Gandaria City Mall, sambil cuci mata lah ya, untuk menyegarkan pikiran dan hati yang sedang labil, eaaaaaa. Kalo kata teman, cinta tanpa nafsu itu adalah tanda tanya!!! Hadeeeh…

Menikmati suasana mall yang adem dan ramai, sambil sesekali menghirup segarnya aroma mewangi. Hingga tiba saatnya berpisah, aku Yan Oka dan Wahyu Putra mengisi waktu sejenak hunting celana. Shopping oh my god. Gandaria City Mall lumayan ramai pengunjung dan relatif ramai dan asik untuk dikunjungi. Teringat aku tiga tahun silam sempat kesini dengan rencana untuk menikmati konser Pit Bull namun batal karena kehabisan tiket. Hehehe.

IMG_9207

Wahyu Putra dan Wayan Oka Prayasa mengecek Samsung di Gandaria City Mall

Sore menjelang rintik air mata jatuh dari langit. Kami menaiki taksi untuk bisa sampai di Pura Rawamangun. Janji kami untuk sembahyang harus ditepati, karena itulah prinsip seorang lelaki, tidak boleh mengingkari janji. Kalaupun suatu saat terdapat kondisi untuk mengingkarinya, harus mendapat keikhlasan yang mendalam lahir bathin dari orang yang dijanjikan!

IMG_9210

Rintik hujan menyiratkan betapa berharganya hidup ini

Jika anda bisa menggunakan kata ‘maaf’, ‘terima kasih’, dan ‘sayang’ dengan tepat maka kehidupan ini akan menjadi milik anda! Qiqiqiqiqi

Sesampai Pura Rawamangun, kami terpana, hujan deras hanya dalam waktu setengah jam bisa membuat area depan pura banjir 25 cm. huhuhu.

IMG_9213

Wahyu Putra merenungi arti genangan air, samakah dengan genangan cinta? kiak kiak kiak

Kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu di kantin baru kemudian melanjutkan sembahyang. Ada cerita seru malam ini, hehe, dan hanya buat kami bertiga, jadi tidak di share di tulisan ini. Hihihihi.

IMG_9212

Seusai sembahyang di Pura Rawamangun Jakarta Timur

Seusai sembahyang kami bergegas pulang, entah mungkin karena takdir, ada sebuah bajaj yang menurunkan penumpang di depan area Pura. Langsung deh kami naik bajaj menuju stasiun. Segala sesuatu yang terjadi pada hari ini seolah-olah sudah dirancang dan ditulis sehingga mempermudah kami dalam mengisi waktu dan berkegiatan. Terima kasih Tuhan hari ini luar biasa dan menakjubkan. Sesampai stasiun Rawa Buntu kami pulang ke kediaman masing-masing. Thx sobat, denganmu hari menjadi penuh makna.

Untuk para sahabat saya yang baik hatinya, selamat menikmati waktu ya, semoga harimu menyenangkan..

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s