Sight Seeing Jembatan Kota Intan – Pelabuhan Sunda Kelapa

Akhirnya suatu waktu aku sempatkan diri mengunjungi Jembatan Kota Intan, Museum Bahari, dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Tempat-tempat ini dulu hanya terdengar dari buku dan guru sejarah ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar. hehe. Lokasi ketiga tempat bersejarah ini relatif dekat dari Kota Tua Jakarta. Ketiganya bisa ditempuh dengan jalan kaki kurang lebih sekitar 30 menit.

IMG_8791

Sesampai di Jembatan Kota Intan, akan terdapat papan tulisan yang berisikan informasi mengenai tempat-tempat wisata yang ada di Jakarta.

IMG_8793

Tempat pertama yang dikunjungi yaitu Jembatan Kota Intan. Jembatan ini merupakan sepenggal konstruksi dimana bagian tengahnya sudah hancur atau kepotong.

Jembatan Kota Intan adalah sebuah jembatan ‘jungkit’ warisan Belanda dengan konstruksi besi dan kayu yang terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta, merentang di atas ujung Kali Besar yang airnya gelap keruh. Jembatan Kota Intan, yang juga dikenal dengan nama Jembatan Pasar Ayam, dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1628, dan telah mengalami pemugaran beberapa kali.

Jembatan Kota Intan pada mulanya dinamai Jembatan Inggris (Engelse Brug), karena di dekat jembatan itu pernah dibangun benteng pertahanan Inggris. Nama jembatan kemudian berubah menjadi Jembatan Pusat (Het Middelpunt Brug) pada 1900, konon karena dikelola pemerintah pusat Hindia Belanda.

IMG_8794

Sejenak kusempatkan foto-foto di area bersejarah ini. Sungguh senang bisa berada pada titik ini. Hati terasa damai dan indah. Ada juga lho para remaja yang berkunjung disini, lumayan buat cuci mata dan mencari inspirasi. hehe.

IMG_8797

Dari Jembatan Kota Intan, dilanjutkan long march menuju Museum Bahari. Museum ini terletak dekat pasar pelelangan ikan. Untuk masuk museum perlu membeli tiket masuk seharga Rp 5.000,00.

Museum Bahari merupakan tempat bersejarah yang mungkin sering anda dengar pada masa pendidikan di sekolah. Pada masa pendudukan Belanda bangunan museum ini dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti rempah-rempah yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaran Eropa. Bangunan yang berdiri persis di samping muara Ci Liwung ini memiliki dua sisi, sisi barat dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat (dibangun secara bertahap mulai tahun 1652-1771) dan sisi timur, disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri dari empat unit bangunan, dan tiga unit di antaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari. Gedung ini awalnya digunakan untuk menyimpan barang dagangan utama VOC di Nusantara, yaitu rempah, kopi, teh, tembaga, timah, dan tekstil.

Berikut beberapa foto yang diambil dari puncak menara Museum Bahari :

IMG_8798IMG_8799IMG_8800

Pada masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini dipakai sebagai tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT untuk gudang. Tahun 1976, bangunan cagar budaya ini dipugar kembali, dan kemudian pada 7 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari.

IMG_8801

Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC. Selain itu ada pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Terdapat juga peralatan yang digunakan oleh pelaut pada masa lalu seperti alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan meriam.

IMG_8803

Sejenak kuabadikan momen ketika berada di dalam area Museum Bahari. Sungguh klasik dan asik. eaaaaa.

IMG_8804

Seusai menikmati suasana di Museum Bahari, kulanjutkan langkah kaki menuju Pelabuhan Sunda Kelapa.

IMG_8805

Pelabuhan Kalapa telah dikenal semenjak abad ke-12 dan kala itu merupakan pelabuhan terpenting Pajajaran. Kemudian pada masa masuknya Islam dan para penjajah Eropa, Kalapa diperebutkan antara kerajaan-kerajaan Nusantara dan Eropa. Akhirnya Belanda berhasil menguasainya cukup lama sampai lebih dari 300 tahun. Para penakluk ini mengganti nama pelabuhan Kalapa dan daerah sekitarnya. Namun pada awal tahun 1970-an, nama kuno Kalapa kembali digunakan sebagai nama resmi pelabuhan tua ini dalam bentuk “Sunda Kelapa”.

IMG_8809

Masih terdapat beberapa kapal yang parkir disana beserta aktivitas perdagangan yang masih dilestarikan disana. Yah intinya tempat ini masih berfungsi sebagai pelabuhan. hehe.

IMG_8811

Menikmati surya yang tenggelam di Pelabuhan Sunda Kelapa memberikan arti dan nikmat tersendiri.

IMG_8813

Sempat terlintas tanya, haruskah ke Sunda Kelapa untuk menemukan pelabuhan ? eaaaa, hanya kalimat untaian rasa bagi orang yang sedang berada dalam area cinta. hihihi.

IMG_8814

Yah demikianlah sekilas tentang perjalanan ini. Bagi sahabat yang sedang berada di Jakarta tidak ada salahnya mencoba mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang terdapat di berbagai sudut kota kenangan tercinta ini. hehe.

Untuk mengetahui lebih rinci mengenai Jembatan Kota Intan, Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari, bisa dilihat pada situs Jembatan Kota Intan, Wikipedia, Directory Wisata, Museum Bahari.

Okay lanjut menikmati hari mamen, live and let die – 007

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s